Blog

Ingin menghubungi lebih lanjut? Dengan senang hati kami mendengarkan Anda. Berikut cara untuk menghubungi kami

Source Image By ambrokerindonesia.id

Trading ke arah tren yang kuat dapat mengurangi risiko serta meningkatkan potensi keuntungan. Indikator ADX (Average Directional Index) dapat digunakan untuk menentukan kapan harga sedang berada dalam tren yang kuat. Dalam banyak kasus, ini adalah merupakan indikator tren yang utama. Bagaimanapun, tren adalah teman anda, dan anda perlu mengetahui siapa teman anda tersebut. Pada artikel ini, kita akan membahas indikator ADX sebagai indikator kekuatan tren.


Indikator ADX Adalah

Indikator ADX digunakan untuk mengukur kekuatan tren. Perhitungan dari indikator ADX didasarkan pada moving average dari ekspansi range harga selama periode waktu tertentu. Parameter standar dari indikator ADX adalah 14 bar, di mana periode waktu yang lain pun juga dapat digunakan dan disesuaikan. Indikator ADX dapat digunakan pada instrumen trading apa pun seperti Forex, Saham, Komoditas, Indeks, ETF, dan Cryptocurrency.


ADX diplot sebagai sebuah garis tunggal dengan rentang nilai mulai dari yang terendah nol hingga yang tertinggi 100. ADX bersifat non-directional; indikator ini mengukur kekuatan tren apakah harga sedang berada dalam tren naik atau turun. Indikator ini biasanya diplot dalam grafik yang sama dengan dua garis Directional Movement Indicator (DMI), yang merupakan dasar dari ADX.


Rumus ADX

Directional Movement dihitung dengan membandingkan perbedaan antara dua posisi terendah berturut-turut dengan perbedaan antara masing-masing tertinggi.


Directional movement akan positif (plus) ketika tinggi saat ini dikurangi tinggi sebelumnya lebih besar dari rendah sebelumnya dikurangi rendah saat ini. Ini disebut juga dengan Plus Directional Movement (+ DM) kemudian sama dengan tinggi saat ini dikurangi tinggi sebelumnya, asalkan positif. Nilai negatif hanya akan dimasukkan sebagai nol.


Directional movement adalah negatif (minus) ketika rendah sebelumnya dikurangi rendah saat ini lebih besar dari tinggi saat ini dikurangi tinggi sebelumnya. Ini disebut Minus Directional Movement (- DM) sama dengan rendah sebelumnya dikurangi rendah saat inim asalkan positif. Nilai negatif hanya akan dimasukkan sebagai nol.


Grafik di atas menunjukkan empat contoh perhitungan Directional Movement. Pasangan pertama menunjukkan adanya perbedaan positif yang besar antara tertinggi Plus Directional Movement (+DM) yang kuat. Pasangan kedua menunjukkan Outside Bar di mana Minus Directional Movement (-DI) mendapatkan keunggulan. Pasangan ketiga menunjukkan perbedaan yang besar antara posisi terendah Minus Directional Movement (-DM) yang kuat. Pasangan terakhir menunjukkan Inside Bar, yang berarti tidak ada Directional Movement (nol). Baik Plus Directional Movement (+DM) dan Minus Directional Movement (-DM) negatif dan kembali ke nol, sehingga keduanya saling bertolak belakang satu sama lain. Semua Inside Bar akan memiliki Directional Movement nol.


Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut atau mulai bermain di akun demo bebas risiko untuk lebih memahami indikator ADX secara langsung.


Cara Membaca Indikator ADX

Average Directional Index (ADX) digunakan untuk mengukur kekuatan atau pelemahan tren, bukan arah yang sebenarnya. Directional Movement digambarkan oleh +DI dan –DI. Secara umum, bullish cenderung kuat ketika +DI lebih besar dari –DI, sementara bearish lebih kuat ketika –DI lebih besar. Perpotongan yang terjadi pada Directional Movement ini dapat dikombinasikan dengan ADX sebagai sebuah sistem trading yang lengkap.


1. Kekuatan Tren

Pada dasarnya, Average Directional Index (ADX) dapat digunakan untuk menentukan apakah harga sedang dalam keadaan trending atau tidak. Penentuan ini tentunya dapat membantu trader dalam memilih sistem yang mengikuti tren atau sistem yang tidak mengikuti tren. Tren yang kuat muncul ketika nilai ADX berada di atas 25, dan dikatakan sedang tidak berada dalam tren ketika nilai ADX berada di bawah 20. Ini terlihat seperti terdapat sebuah zona abu-abu di antara 20 dan 25. Seperti yang disebutkan di atas, chartist mungkin perlu menyesuaikan parameternya demi meningkatkan sensitivitas serta sinyal. ADX juga memiliki jumlah lag yang cukup banyak karena adanya teknik smoothing. Banyak analis teknikal menggunakan 20 sebagai level kunci ADX.


Grafik di atas menunjukkan SMA 50 hari dan Average Directional Index (ADX) 14 hari. Harga bergerak dari tren naik yang kuat ke arah tren turun yang kuat pada bulan April-Mei, namun ADX tetap berada di atas 20 karena tren naik yang kuat tersebut berubah menjadi tren turun yang kuat dengan cepat. Ada dua periode di mana harga bergerak tidak berada dalam tren, seperti ketika saham menyentuh titik terendah pada bulan Februari dan Agustus. Tren yang kuat kemudian kembali muncul setelah Agustus karena ADX bergerak di atas 20 dan bertahan di atas 20.


2. Arah Tren dan Crossover

Berikut adalah sebuah sistem sederhana untuk trading dengan indikator Directional Movement ini. Persyaratan pertama adalah bahwa ADX harus berada di atas 25. Ini untuk memastikan bahwa harga sedang berada dalam tren. Namun, banyak trader menggunakan 20 sebagai level kunci. Sebuah sinyal beli terjadi ketika +DI memotong ke atas –DI. Wilder dalam hal ini menetapkan Stop Loss awal di sekitar titik terendah ketika muncul sinyal. Sinyal ini akan tetap berlaku selama ini dapat bertahan di atas harga terendah, bahkan jika +DI memotong kembali ke bawah –DI. Tunggu hingga level terendah ini ditembus sebelum menutup sinyal. Sinyal bullish ini diperkuat jika/ketika ADX muncul dan tren menguat. Setelah tren berkembang, dan menjadi menguntungkan, trader perlu menempatkan Stop Loss dan Trailing Stop jika tren berlanjut. Jika sinyal jual terpicu, yakni ketika –DI memotong ke atas +DI. Titik tertinggi ketika muncul sinyal menjadi Stop Loss awal.


Grafik di atas menunjukkan tiga indikator Directional Movement. Perhatikan bahwa 20 digunakan sebagai pengganti 25 dalam mengkualifikasikan sinyal ADX. Nilai yang lebih rendah berarti akan lebih banyak sinyal yang memungkinkan. Garis putus-putus hijau menunjukkan sebuah sinyal beli, dan garis putus-putus merah menunjukkan sebuah sinyal jual. Seperti yang ditunjukkan oleh grafik secara jelas, ada banyak perpotongan +DI dan –DI. Beberapa muncul ketika ADX di atas 20 untuk memvalidasi sinyal. Lainnya terjadi untuk memberi tanda bahwa sinyal tersebut tidak valid. Seperti sistem lainnya yang sama, akan ada sebuah fluktuasi tajam, sinyal bagus, dan sinyal buruk. Kuncinya, seperti biasa, adalah dengan menggabungkan aspek-aspek lain dari analisis teknikal. Sebagai contoh, kelompok pertama fluktuasi pada bulan September 2009 terjadi selama konsolidasi. Selain itu, konsolidasi ini terlihat seperti sebuah pola flag, yang merupakan konsolidasi bullish yang terbentuk setelah naik. Akan lebih baik jika mengabaikan sinyal bearish ketika pola bullish continuation terbentuk. Sebaliknya, sinyal beli pada Juni 2010 terjadi di dekat zona resistance yang ditandai oleh break support serta zona retracement 59-62%. Dalam hal ini, akan lebih bijak untuk mengabaikan sinyal beli yang sangat dekat dengan zona resistance tersebut.


Grafik di atas menunjukkan adanya tiga sinyal selama periode 12 bulan. Ketiga sinyal ini cukup bagus, asalkan keuntungannya direalisasikan dan trailing stop digunakan. Parabolic SAR Wilder dapat digunakan untuk menentukan trailing stop loss. Perhatikan bahwa tidak ada sinyal jual yang muncul di antara sinyal beli Maret dan Juli. Ini karena ADX tidak berada di atas 20 ketika –DI memotong ke atas +DI pada akhir April.


Kesimpulan, Cara Menggunakan Indikator ADX

Sistem perhitungan Indikator Directional Movement cenderung rumit, namun interpretasinya cukup mudah, meskipun untuk berhasil mengingimplementasikan keberhasilan tersebut membutuhkan latihan. Perpotongan +DI dan –DI cenderung sering, dan chartist perlu memilah kembali sinyal-sinyal ini dengan analisis lainnya. Mengatur parameter ADX mungkin dapat mengurangi sinyal yang muncul, namun smoothing yang dilakukan pada indikator ini juga dapat memfilter sebanyak mungkin sinyal dengan baik. Dengan kata lain, chartist mungkin mempertimbangkan untuk mengabaikan ADX, dan berfokus pada Indikator Directional Movement (+DI dan –DI) untuk menghasilkan sinyal. Sinyal perpotongan yang dihasilkan juga akan serupa seperti yang dihasilkan oleh Momentum Oscillator. Oleh karenanya, chartist perlu mencari tambahan konfirmasi dari indikator lain. Indikator berbasis volume, analisis tren dasar, dan pola grafik candlestick dapat membantu anda untuk membedakan sinyal perpotongan yang kuat dengan sinyal perpotongan yang lemah. Misalkan, chartist dapat fokus pada sinyal beli +DI ketika tren secara keseluruhan naik dan –DI untuk jual ketika tren secara keseluruhan turun.


Memahami cara membaca indikator ADX adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menawarkan seperangkat Indikator ADX yang berguna. Selain itu, trainer kami juga dapat memberikan anda panduan yang tepat. Atau anda bisa mencoba bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana Awesome Oscillator dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat Robot Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).

 

Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker


Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun 

Kategori :  Education