Blog

Ingin menghubungi lebih lanjut? Dengan senang hati kami mendengarkan Anda. Berikut cara untuk menghubungi kami

Source Image By ambrokerindonesia.id

Untuk memahami sebuah buku, anda harus bisa membaca kata-katanya. Untuk memahami lembaran musik, anda harus bisa membaca not. Untuk memahami perilaku harga, anda harus dapat membaca dan menafsirkan grafik. Jadi, mari kita mempelajari salah satu dasar Analisis Teknikal, yakni memahami grafik candlestick dan pola candlestick.


Bentuk Candlestick dan Artinya

Grafik muncul dalam gaya yang berbeda, namun di sini kita akan fokus pada candlestick Jepang atau grafik candlestick, yang telah menjadi salah satu grafik yang paling populer karena dapat memberikan pemahaman visual yang paling cepat ketika melakukan price action dan sentimen pasar di baliknya. Ada banyak yang telah ditulis tentang keuntungan dari grafik candlestick, dan mengapa menjadi gaya charting yang dominan sejak pertama kali diperkenalkan ke Barat oleh seorang analis bernama Steve Nison pada tahun 1989, yang juga kemudian dipopulerkan dalam buka seminalnya berjudul Japanese Candlestick Charting Techniques, hampir satu dekade kemudian. Namun, di sini kami akan tetap berpegang pada sesuatu tentang apa yang perlu anda ketahui untuk menghasilkan uang dari trading forex.


Cara Membaca Candlestick

Pertama, untuk memahami bentuk candlestick dan artinya, anda perlu mempelajari bagian-bagian dari setiap candlestick, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.


Gambar ini cukup jelas, namun di sini ada beberapa poin penting untuk memahami cara membaca candlestick:


Sebuah candlestick biasanya memiliki body dan wick (disebut shadow) di kedua ujungnya; namun, setiap masing-masing bagian ini mungkin tidak akan terlihat pada candlestick tertentu seperti yang akan kita lihat di bawah. Bersama-sama, mereka menutupi seluruh range harga selama periode candlestick tertentu. Body dari candlestick sendiri menggambarkan range antara harga pembukaan dan penutupan untuk periode tertentu, dan wick, atau yang disebut juga dengan shadow, menunjukkan range harga tertinggi dan terendah.

Setiap candlestick menampilkan semua informasi harga: harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan, dan harga penutupan untuk periode waktu tertentu, tergantung pada time frame grafik. Berikut adalah dua contoh dari informasi yang digambarkan candlestick:

Setiap candlestick pada grafik satu menit menampilkan mencakup harga pembukaan, harga penutupan, dan harga tertinggi, serta harga terendah selama satu menit (cara membaca candlestick 1 menit).

Setiap candlestick pada grafik harian menunjukkan informasi harga sepanjang hari tersebut.

Setiap platform trading yang baik harus menyediakan grafik candlestick mulai dari satu detik hingga satu bulan.

Warna body memberikan informasi arah harga untuk periode waktu tertentu. Pemberian warna yang paling umum adalah body berwarna hijau penutupan yang lebih tinggi, dan merah untuk penutupan yang lebih rendah.

 

Belajar Candlestick – Hubungan antara Body, Wick, dan Maknanya

Untuk mempelajari pola candlestick, ingatlah bahwa panjang body dan wick, secara absolut dan relatif satu sama lain, dapat memberitahu kita banyak hal tentang sentimen yang ada di pasar selama durasi candlestick tertentu. Ini bisa menjadi sebuah informasi penting ketika kita menggambarkan candlestick dengan periode yang lebih lama seperti harian, minggu, atau bulan. Sama seperti indikator teknikal lain, candlestick dan polanya selama jangka waktu yang lebih pendek kurang bisa diandalkan karena pergerakan harga dalam satu hari atau kurang sering kali dapat disebabkan oleh aliran uang acak yang tidak terkait dengan sentimen pasar yang sesungguhnya.


Berikut adalah kunci untuk memahami hubungan antara wick (atau shadow) dan panjang body serta makna dari masing-masing candlestick:


Semakin panjang wick dibandingkan bodynya, maka semakin besar keragu-raguan, dan semakin besar perjuangan antara pembeli dan penjual, serta semakin besar juga kemungkinan bahwa tren saat ini akan berhenti atau berbalik.

Semakin pendek wick dibandingkan bodynya, maka semakin dapat menentukan bahwa pergerakan akan bergerak ke atas atau ke bawah, dan semakin besar kemungkinan bahwa pergerakan akan berlanjut ke arah yang sama.

Penutupan yang lebih tinggi disertai body yang lebih panjang dengan sedikit atau tanpa shadow menunjukkan bahwa pembeli melebihi jumlah penjual dan memegang kendali selama seluruh periode yang dicakup oleh candlestick, sehingga terus mendorong harga lebih tinggi. Semakin tinggi body candlestick, semakin besar kekuatan belinya.

Penutupan yang lebih rendah disertai body yang lebih panjang dengan sedikit atau tanpa shadow menunjukkan bahwa penjual melebihi jumlah pembeli dan memegang kendali selama seluruh periode yang dicakup oleh candlestick, sehingga terus menekan harga lebih rendah. Semakin tinggi body candlestick, semakin besar kekuatan jualnya.

Body yang relatif lebih kecil dibandingkan wick menunjukkan adanya keraguan yang sama pada tingkat yang lebih rendah. Jika bodynya berwarna merah, penjual sedikit lebih kuat; jika hijau, yang terjadi adalah sebaliknya.

 

Wick Bawah


Wick bawah yang panjang menunjukkan adanya awal pesimisme yang kuat, dan penjual yang tertekan karena pembelian meningkat ketika harga murah, dan penjual mengambil keuntungan. Dengan kata lain, level harga yang lebih rendah tercapai dan tertahan, sehingga mengurangi upaya untuk menurunkan harga menjadi lebih rendah.

Shadow bawah yang pendek menunjukkan adanya sedikit keragu-raguan lebih sedikit pengujian harga yang lebih rendah, dan tekanan jual yang lebih ringan yang mengharuskan beberapa pembeli untuk membalikkannya. Jika suatu pasangan mata uang ditutup pada titik terendah untuk periode yang dipilih, candlestick tidak akan memiliki wick bawah.

 

Wick Atas


Wick atas yang panjang menunjukkan adanya awal optimisme, dan pembeli yang tertekan karena penjualan meningkat akibat adanya aksi ambil untung. Dengan kata lain, tingkat harga yang lebih tinggi tercapai dan tertahan, sehingga membalikkan upaya untuk menaikan harga menjadi lebih tinggi.

Wick atas yang lebih pendek menunjukkan lebih sedikit keragu-raguan, lebih sedikit pengujian harga yang lebih tinggi, lebih sedikit perjuangan antara pembeli dan penjual. Jika harga penutupan adalah yang tertinggi untuk periode tertentu, candlestick tidak akan memiliki wick atas.

 

Lanjutkan membaca untuk mempelajari pola candlestick, atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko, dan perhatikan cara membaca candlestick secara real-time.


Pola Candlestick Akurat dan Lengkap

Grafik candlestick Jepang sebagian besar mengindikasikan pembalikan atau keragu-raguan (mis., kemungkinan pembalikan), sedangkan pola grafik Barat cenderung menunjukkan kelanjutan (tren berhenti sejenak sebelum melanjutkan) atau pembalikan. Pola candlestick ini adalah merupakan topik yang luas. Tujuan kami di sini adalah untuk memperkenalkan pola candlestick yang paling menguntungkan untuk anda.


Perhatikan bahwa tabel berikut mengklasifikasikan candlestick dan pola berdasarkan bullish, bearish, atau netral. Kata sifat “bullish” mengacu pada candlestick yang menunjukkan kenaikan harga atau pola yang menunjukkan bahwa harga akan naik karena bullish menanduk lawannya dalam gerakan naik. “Bearish” digunakan untuk menunjukkan candlestick yang menunjukkan penurunan harga atau pola yang menunjukkan bahwa harga akan turun karena beruang menggesek lawannya dengan sebuah gerakan menurun.


1. Tipe Pola Candlestick Single

Spinning Top Candlestick

Tergantung pada apakah harga penutupannya lebih tinggi atau lebih rendah. Signifikansinya meningkat jika terjadi setelah gerakan yang panjang dan dalam arah yang berlawanan dari penutupan.


Dalam contoh ini, candlestick terbaru menunjukkan warna hitam, penutupan lebih rendah. Jika spinning top candlestick ini terjadi di ketika tren naik, ini mengindikasikan akan terjadinya pembalikan. Jika ini terjadi ketika tren turun, ini hanya akan menjadi sinyal bahwa tren turun akan berlanjut.


Doji Candlestick

Netral: Semakin panjang wick dibandingkan body, semakin banyak keragu-raguan karena pembeli dan penjual seimbang. Kurangnya body berarti bahwa candlestick doji menunjukkan keraguan dan kemungkinan akhir atau pembalikan tren. Dengan demikian pola candlestick ini akan lebih berguna setelah bergerak naik atau turun lama karena itu mengindikasikan akhir dari tren dan mungkin juga pembalikan.


White Marubozu Candlestick – Bullish/Black Marubozu Candlestick – Bearish


Sebaliknya, semakin panjang body dibandingkan wick, semakin dapat menentukan pergerakan serta semakin jelas dominasi pembeli atau penjual. Putih menunjukkan bahwa pembeli dominan, sehingga biasanya mengindikasikan tren naik. Versi hitam candlestick Marubozu menunjukkan yang sebaliknya.


Hammer Candlestick – Bullish/ Hanging Man Candlestick – Bearish


Candlestick Hammer dan Candlestick Hanging Man memiliki bentuk yang sama: Wick bawah yang panjang dengan dua hingga tiga kali panjang body, dan sedikit atau tidak ada sama sekali wick.


Kebalikannya tergantung pada hal berikut:


Terjadi setelah tren turun yang panjang = Candlestick Hammer, bullish, mengindikasikan bahwa pasar telah menyentuh dasar

Terjadi setelah tren naik yang panjang = Candlestick Hanging Man, bearish, mengindikasikan bahwa pasar telah menyentuh puncak

 

Dalam kedua kasus, harga penutupan yang lebih tinggi atau lebih rendah tidaklah penting.


Inverted Hammer Candlestick - Bullish/Shooting Star Candlestick – Bearish


Candlestick Inverted Hammer dan Candlestick Shooting Star membentuk sebuah bentuk yang sama dan pola pombalikan seperti Hammer dan Hanging Man yang ditunjukkan di atas. Jenis candlestick ini memiliki wick atas yang panjang dengan panjang dua hingga tiga kali body, dan memiliki sedikit atau tidak ada wick bawah. Seperti biasa, pola candlestick ini harus terjadi setelah bergerak lebih tinggi atau lebih rendah, dan perlu awal pembalikan untuk mengkonfirmasi pola.


Kebalikannya bergantung pada hal berikut:


Terjadi setelah tren turun yang panjang=Inverted Hammer Candlestick, Bullish, mengindikasikan bahwa pasar telah menyentuh dasar, yang dikonfirmasi oleh pantulan yang lebih tinggi

Terjadi setelah pergerakan naik yang panjang=Shooting Star Candlestick, Bearish, mengindikasikan bahwa pasar mencapai puncak, yang dikonfirmasi oleh pantulan yang lebih rendah.

 

Dalam kedua kasus, harga penutupan yang lebih tinggi atau lebih rendah tidak penting jika hal tersebut berlawanan arah dengan candlestick sebelumnya, yang artinya ini cenderung mengarah pada penghentian atau pembalikan tren candlestick sebelumnya.


2. Tipe Pola Candlestick Double

Bullish Engulfing Candlestick


Bullish Engulfing Candlestick terjadi ketika candlestick bearish (penutupan yang lebih rendah) diikuti oleh candlestick bullish (penutupan yang lebih tinggi), yang tampak seperti “menelan” range candestick bearish sebelumnya. Semakin panjang candlestick bullish, semakin tampak “menelan” atau melebihi range candle bearish sebelumnya, maka semakin bullish pola tersebut. Jelas, seperti biasa, konteks dan waktu itu penting. Bullish Engulfing Candlestick lebih bullish jika pola ini muncul setelah tren turun yang panjang, dengan Support yang kuat, atau keduanya, karena tanda-tanda ini dapat memberikan konfirmasi bahwa kemungkinan tren turun telah habis lebih tinggi.


Bearish Engulfing Candle

Bearish Engulfing Candlestick terjadi ketika candlestick bullish (penutupan yang lebih tinggi) diikuti oleh candlestick bearish yang lebih panjang (penutupan yang lebih rendah), yang tampak seperti “menelan” range candlestick bullish sebelumnya. Semakin panjang candlestick bearish, semakin tampak “menelan” atau melebihi range candlestick sebelumnya, semakin bearish pola tersebut. Jelas, seperti biasa, konteks dan waktu itu penting. Bearish Engulfing Candlestick lebih bearish jika pola ini muncul setelah tren naik yang panjang, pada Resistance yang kuat, atau keduanya, karena kemungkinan bahwa tren naiknya telah habis lebih tinggi.


Tweezer Tops Candle – Bearish

Seperti sebuah sepasang pinset di bagian puncak tren naik. Idealnya:


Harga penutupan candlestick pertama ke arah tren naik, sementara yang kedua ditutup turun.

Wick atas lebih panjang dari body dan harus memiliki panjang yang sama dan berakhir di Resistance yang sama (mengkonfirmasi Resistance mencegah kenaikan yang lebih lanjut), sehingga karenanya berbentuk seperti pinset.

 

Anggap wick dari candlestick tersebut mencapai puncak dari Resistance, atau pasar menolak harga tertentu yang lebih tinggi karena mencapai puncak.


Tweezer Bottoms Candle – Bullish


Kebalikan dari yang di atas. Seperti sepasang pinset di bagian bawah ketika tren turun. Idealnya:


Candlestick pertama ditutup ke arah tren turun, yang kedua ditutup ke arah tren naik.

Wick lebih rendah dan lebih panjang dari body serta harus memiliki panjang yang sama dan berakhir di sekitar Support yang sama (memastikan dasar mencegah penurunan lebih lanjut), sehingga berbentuk seperti pinset.

 

Bayangkan wick ini sebagai sebuah pukulan terhadap dasar atau support, atau pasar menolak harga yang lebih rendah tertentu, karena mencapai dasar.


3. Tipe Pola Candlestick Triple

Morning Star Candle – Bullish/ Evening Star Candle – Bearish


Evening Star Candlestick dan Morning Star Candlestick adalah variasi bearish dan bullish dengan bentuk yang sama:


Candlestick pertama mengikuti arah tren, idealnya dengan body yang panjang yang menunjukkan adanya dorongan akhir yang kuat sehingga melemahkan pergerakan.

Candlestick kedua adalah Doji, menunjukkan keraguan bahwa candlestick pertama adalah dorongan besar yang terakhir untuk tren.

Candlestick ketiga berada di arah yang berlawanan dari tren dan harus ditutup di luar titik tengah candlestick pertama, lebih disuaki dengan body panjang yang menunjukkan gerakan pembalikan yang menentukan.

 

Three White Soldiers Candle – Bullish


Pola ini terdiri dari tiga candlestick bullish (penutupan yang lebih tinggi) dengan body panjang dan terjadi setelah tren turun, yang menandakan pembalikan naik untuk jangka waktu yang panjang. Untuk menjadi sebuah pola yang valid:


Body dari candlestick kedua harus lebih panjang dari yang pertama, dan harus ditutup mendekati tinggi dengan sedikit atau bahkan tanpa wick atas.

Body dari candlestick ketiga harus memiliki ukuran yang sama atau lebih besar dari yang kedua dan juga harus ditutup pada atau dekat tertinggi dengan sedikit atau tanpa wick atas.

 

Three Black Crows Candle – Bearish


Kebalikan dari Three White Soldies Candlestick. Pola ini terdiri dari tiga candlestick bearish (penutupan lebih rendah) yang memiliki body panjang setelah tren naik dan menandakan pembalikan turun untuk jangka panjang.


Untuk menjadi sebuah pola yang valid:


Body dari candlestick kedua harus lebih panjang dari yang pertama, dan penutupannya dekat dengan harga terendah dengan sedikit atau tanpa wick bawah.

Body dari candlestick ketiga harus memiliki ukuran yang sama atau lebih besar dari yang kedua dan juga harus ditutup pada atau dekat harga terendah dengan sedikit atau tanpa wick bawah.

 

Three Inside Up – Bullish


Ditemukan selama tren turun dan memberi sinyal kemungkinan akhir. Karakteristiknya:


Candlestick partama ditutup turun dan memiliki body yang relatif panjang ke arah turun.

Candlestick kedua ditutup naik hingga sekitar titik tengah candlestick pertama.

Candlestick ketiga ditutup di atas tinggi candlestick pertama. Singkatnya, ini adalah pola swing bullish yang sangat mendasar. Semakin panjang candlestick kedua dan ketiga, semakin meyakinkan sinyal pembalikan tersebut.

 

Three Inside Down – Bearish


Kebalikan dari Three Inside Up. Ditemukan selama tren naik dan memberi sinyal kemungkinan akhir. Karakteristiknya:


Candlestick pertama ditutup naik dan memiliki body yang relatif panjang ke arah naik.

Candlestick kedua ditutup turun hingga ke sekitar titik tengah candlestick pertama.

Candlestick ketiga ditutup di bawah harga terendah candlestick pertama.

 

Singkatnya, ini adalah merupakan pola bearish yang sangat mendasar. Semakin panjang candlestick kedua dan candlestick ketiga, semakin meyakinkan sinyal pembalikan tersebut.


Trading Dengan Candlestick + Rumus Matematika

Meskipun pola candlestick diklasifikasikan sebagai pola pembalikan (menunjukkan pembalikan arah tren), kelanjutan (menunjukkan kelanjutan tren), atau keragu-raguan, tergantung pada perannya yang lebih umum, ini adalah generalisasi. Seperti indikator teknikal lainnya, trading dengan caldestick tidak selalu berhasil dan harus digunakan dalam kombinasi dengan yang lainnya untuk mengkonfirmasi atau menolaknya.


Bukti dari Analisa Teknikal berguna untuk menentukan waktu entry dan keluar meskipun jarang berguna. Ini bergantung pada anda untuk memilih sinyal forex yang kontradiktif atau tidak menyakinkan dari seluruh Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental anda dan membedakan di mana bukti poin keseimbangannya. Interpretasi anda terhadap pola candlestick dan indikator lainnya bergantung pada konteks di mana ini terjadi di pasar forex dan pasar saham. Pola candlestick saham dan pola candlestick forex memiliki arti yang sama, namun setiap pasar memiliki ciri khas yang berbeda.


Untuk mempelajari cara membaca pola candlestick saham, buka akun yang menawarkan forex dan saham untuk diperdagangkan.


Kesimpulan Cara Membaca Pola Candlestick

Seperti hal nya segala sesuatu apa pun, konteks dan waktu menghasilkan sebuah perbedaan ketika menafsirkan pola candlestick Jepang: Pola pembalikan bullish (seperti pola hammer atau pola bullish engulfing) lebih kuat dari pola pembalikan bullish jika muncul setelah tren turun yang panjang dibandingkan tren turun yang singkat. Terutama jika tren yang singkat tersebut terjadi dalam tren naik jangka panjang.


Pola pembalikan bullish yang sama akan memiliki lebih banyak kredibilitas jika hal tersebut terjadi pada level support yang kuat di mana kita memperkirakan bahwa tren turun kemungkinan akan berbalik.


Jika gambarannya tidak cukup jelas, cari peluang lain. Ingat, beberapa transaksi terbaik yang pernah anda lakukan adalah yang putuskan untuk tidak melakukannya. Peluang yang terlewatkan hanya akan melukai ego anda; transaksi yang buruk dapat merusak moral anda. Ingat itu jika anda ingin belajar cara trading forex dan menghasilkan uang dari ini.


Memahami cara membaca candlestick adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MT5 AM Broker menawarkan seperangkat alat charting yang berguna, di mana trainer kami juga dapat memberikan anda sebuah panduan yang tepat. Cobalah bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana pola candlestick yang paling menguntungkan dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari pola candlestick akurat dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai

Kategori :  Education