Blog

Ingin menghubungi lebih lanjut? Dengan senang hati kami mendengarkan Anda. Berikut cara untuk menghubungi kami

Source Image By ambrokerindonesia.id

Alih-alih menggunakan penilaian anda sendiri, terdapat beberapa pengukuran statistik volatilitas harga yang tersedia. Salah satu yang paling populer adalah Indikator Average True Range (ATR), yang mengukur pergerakan rata-rata untuk pasangan mata uang tertentu (atau saham, komoditas, dll) untuk periode waktu tertentu.


Apa Itu Average True Range – ATR

Indikator Average True Range atau biasa disingkat juga dengan sebutan Indikator ATR akan bergerak naik dan turun ketika pergerakan harga dalam suatu aset menjadi lebih besar atau lebih kecil. Indikator ini didasarkan pada pergerakan harga, sehingga nilainya adalah jumlah Dolar. Misalnya, dalam perdagangan saham, nilai ATR sebesar 0.23 berarti bahwa harga rata-rata bergerak $0.23, rata-rata, di setiap bar harganya. Di pasar forex, indikator ini akan menunjukkan nilai pip, di mana nilai 0.0025 adalah berarti 25 pip.


Nilai ATR dihitung setiap periode waktu yang lalu. Pada grafik satu menit, nilai ATR yang baru dihitung setiap satu menit. Pada grafik harian, nilai Average True Range yang baru dihitung setiap hari. Semua nilai ini digambarkan untuk membentuk sebuah garis yang berkelanjutan, sehingga trader dapat melihat bagaimana volatilitas berubah dari waktu ke waktu.


Karena Average True Range didasarkan pada seberapa banyak masing-masing harga suatu aset bergerak, nilai untuk satu aset tidak dibandingkan dengan aset lainnya secara terpisah. Untuk memahami indikator ini dengan lebih baik, berikut adalah cara menghitungnya.


Menemukan A, atau rata-rata terlebih dahulu yang diperlukan untuk mencari nilai True Range (TR).


TR adalah nilai yang terbesar dari data berikut:


Harga tertinggi saat ini dikurangi penutupan sebelumnya

Harga terendah saat ini dikurangi penutupan sebelumnya

Harga tertinggi saat ini dikurangi harga terendah saat ini

Terlepas dari nilainya yang positif atau negatif, itu bukan merupakan masalah. Nilai absolut tertinggi akan digunakan dalam perhitungannya.


Nilai-nilainya akan dihitung setiap hari, dan kemudian dihitung berdasarkan rata-rata. Jika Indikator ATR dihitung berdasarkan rata-rata 14 periode waktu, maka rumusnya adalah sebagai berikut:


ATR = [(ATR Sebelumnya x 13) + TR Saat Ini] / 14


Lanjutkan membaca tentang ATR, atau mulai bermain di akun demo bebas risiko, dan perhatikan bagaimana Indikator ATR bekerja secara real time.


Pengaturan ATR

Biasanya, pengaturan default dari indikator ini adalah 14 periode, yakni, 14 hari pada grafik harian, 14 jam pada grafik jam, dan sebagainya, namun seiring berjalannya waktu, anda juga mungkin ingin bereksperimen dengan pengaturan tersebut. Untuk mengetahui nilai ATR untuk periode waktu tertentu, trader dapat memilih untuk menghentikan persentase tertentu range tersebut dari titik entry. Sebagai contoh, trader yang memiliki keyakinan besar ke arah tren, dan ingin menghindari terkena Stop Loss mereka akan menempatkan Stop Loss 80 hingga 100 persen dari ATR di luar titik entry atau di dekat level Support terkuat. Mereka akan menerima kerugian yang lebih besar jika Stop Loss tersebut tercapai karnea mereka percaya bahwa hal tersebut kemungkinan terjadinya rendah. Namun mereka yang kurang percaya diri dan enggan untuk mengambil risiko yang menginginkan kerugian yang lebih kecil (sekalipun jika ada lebih banyak dari mereka menyentuh Stop Loss) mungkin menempatkan Stop Loss mereka lebih dekat, sekitar 50 persen atau kurang dari ATR dari titik entry. Setelah anda mengetahui volatilitas rata-rata untuk periode waktu tertentu dengan menggunakan ATR, anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang seberapa jauh Fixed atau Trailing Stop Loss Order anda harus ditempatkan demi terhindar dari pergerakan harga yang acak.


Mari kita lihat contoh tentang bagaimana cara menggunakan ATR untuk mengukur volatilitas dan menempatkan Stop Loss Order yang tetap atau juga Trailing Stop Loss Order.


Menggunakan ATR Untuk Mengukur Volatilitas

Kami merusuk pada contoh di atas. Dalam gambar di bawah ini, kami juga akan menunjukkan grafik harian EURUSD yang sama, yang menunjukkan bahwa candle harian untuk tanggal entry pada perdagangan 11 Agustus, namun kali ini kami menyertakan Average True Range, yang menunjukkan bahwa selama 14 hari terakhir atau candle harian, rata-rata range harganya adalah sekitar 220 pip. Mereka yang tertarik dengan cara menghitung ATR dapat melihatnya secara online.


Dalam contoh ini, kami mendasarkan Stop Loss pada faktor-faktor lain yang disebutkan sebelumnya. Namukan, jika kita ingin menurunkan peluang terkena Stop Loss dari posisi yang berbalik berlawanan, kita bisa mengatur Stop Loss pada jarak 50% atau lebih dari indikator ATR, 105 pip, di bawah titik entry, atau persentase ATR yang berbeda. Intinya di sini adalah bahwa ada berbagai cara untuk menentukan seberapa jauh anda mengatur Stop Loss anda. Dalam contoh trading forex ini, kami menggunakan posisi terendah baru-baru ini sebagai panduan, meskipun kami bisa menggunakan ATR sebagai gantinya. Banyak hal tergantung pada faktor-faktor seperti selera risiko anda, kondisi pasar, dan kepercayaan terhadap trading. Misalnya, jika anda menangkap sebuah pullback ke Support yang kuat ketika tren naik yang secara keseluruhan kuat, anda mungkin akan lebih percaya diri bahwa tren naik ini akan berlanjut dan memungkinkan untuk menentukan Stop Loss yang lebih lebar demi menggindar dari pergerakan harga yang acak. Sebaliknya ketika anda kurang percaya diri, anda mungkin terus menentukan Stop Loss lebih ketat.


Kesimpulan Tentang Indikator ATR

Average True Range bukanlah Directional Indicator seperti MACD atau RSI, melainkan sebuah indikator volatilitas yang mencerminkan tingkat ketertarikan atau ketidaktertarikan dalam suatu pergerakan. Pergerakan yang kuat, pada kedua arah, sering disertai dengan Range yang besar, atau True Range besar. Ini terutama benar pada langkah awal. Pergerakan yang tidak besar dapat disertai dengan Range yang relatif sempit. Dengan demikian, Indikator ATR dapat digunakan untuk memvalidasi antusiasme di balik gerakan atau breakout. Sebuah pembalikan bullish yang diikuti oleh kenaikan nilai ATR dapat menunjukkan sebuah tekanan beli yang kuat, dan memperkuat pembalikan tersebut. Sama halnya ketika terjadi breakout pada Support, yang diikuti oleh kenaikan nilai ATR, yang menunjukkan bahwa tekanan jual yang kuat serta memperkuat break support tersebut.


Memahami cara membaca indikator ATR adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menawarkan seperangkat indikator yang berguna, dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Bermain-main di akun demo forex dan perhatikan bagaimana indikator ATR dapat menghasilkan uang banyak untuk anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).

 

Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education