Blog

Ingin menghubungi lebih lanjut? Dengan senang hati kami mendengarkan Anda. Berikut cara untuk menghubungi kami

Source Image By ambrokerindonesia.id

Ada puluhan pola candlestick reversal bullish dan pola candlestick reversal bearish. Kami telah memilih untuk mempersempitnya dengan memilih beberapa pola candlestick paling populer, dan menjelaskannya secara terperinci: pola candlestick reversal dengan shadow panjang.


Pola Candlestick Reversal Dengan Shadow Panjang

Ada dua pasang pola candlestick reversal tunggal yang terdiri dari body yang kecil, satu shadow panjang, dan satu shadow pendek atau tidak ada. Umumnya, panjang shadow setidaknya harus dua kali panjang body, terlepas dari hitam atau putih. Lokasi shadow panjang dan price action sebelumnya menentukan klasifikasi.


Pasangan pertama, yaitu Hammer dan Hanging Man, yang terdiri dari candlestick yang identik dengan body kecil dan shadow bawah yang panjang. Pasangan kedua, yaitu Shooting Star dan Inverted Hammer, juga berisi candlestick yang identik, namun dengan body kecil serta shadow atas yang panjang. Hanya price action sebelumnya dan konfirmasi lebih lanjut yang dapat menentukan sifat bullish atau bearish dari candlestick ini. Hammer dan Inverted Hammer terbentuk setelah tren turun dan merupakan pola candlestick reversal bullish, sedangkan Shooting Star dan Hanging Man terbentuk setelah tren naik dan merupakan pola candlestick reversal bearish.


Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut, atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko, dan perhatikan bagaimana pola candlestick reversal bekerja secara langsung.


Hammer Candlestick dan Hanging Man Candlestick

Hammer Candlestick dan Hanging Man Candlestick terlihat persis sama namun memiliki implikasi berbeda berdasarkan price action sebelumnya. Keduanya memiliki body kecil (hitam atau putih), shadow bawah panjang dan shadow atas pendek atau tidak ada. Seperti kebanyakan pola candlestick tunggal dan ganda, Hammer Candlestick dan Hanging Man Candlestick memerlukan konfirmasi sebelum bertindak.


Hammer Candlestick adalah pola reversal bullish yang terbentuk setelah tren turun. Selain potensi pembalikan tren, pola Hammer dapat menandai level dasar atau support. Setelah tren turun, sinyal pola Hammer menandakan pembalikan bullish. Shadow bawah yang panjang menyiratkan bahwa penjual menekan harga lebih rendah selama sesi tersebut. Namun, hasil akhir yang kuat menunjukkan bahwa pembeli mendapatkan kembali topangannya untuk mengakhiri sesi dengan pijakan yang kuat. Meskipun ini mungkin tampak cukup untuk ditindaklanjuti, Hammer Candlestick membutuhkan konfirmasi bullish lebih lanjut. Hammer Candlestick yang lebih rendah menunjukkan bahwa masih ada banyak penjual. Tekanan beli lebih lanjut, dan lebih disukai pada volume ekspansi, diperlukan sebelum bertindak. Konfirmasi semacam ini bisa terjadi dari gap up atau candlestick putih yang panjang. Hammer mirip dengan titik punck penjualan, dan volume yang besar dapat berfungsi untuk memperkuat validitas pembalikan.


Gambar di bawah ini adalah contoh tentang bagaimana cara pola Hammer Candlestick dalam trading forex untuk membuka posisi beli, sementara menempatkan Stop Loss di bawah Hammer Candlestick dan Take Profit pada level yang cukup tinggi untuk memastikan risk-reward ratio yang positif.


Inverted Hammer Candlestick dan Shooting Star Candlestick

Inverted Hammer Candlestick dan Shooting Star Candlestick terlihat persis sama namun memiliki implikasi berbeda berdasarkan price action sebelumnya. Kedua candlestick memiliki body kecil (hitam atau putih), shadow atas panjang dan shadow bawah kecil atau tidak ada sama sekali. Candlestick ini menandai potensi pembalikan tren namun membutuhkan konfirmasi sebelum ditindak lanjuti.


Shooting Star Candlestick adalah pola bearish reversal yang terbentuk setelah tren naik dan di posisi puncak, seperti namanya. Shooting Star candlestick dapat menandai potensi pembalikan tren atau level Resistance. Candlestick terbentuk ketika harga gap yang lebih tinggi pada pembukaan, naik selama sesi, dan menutup tertinggi mereka. Pola candlestick yang dihasilkan memiliki shadow atas yang panjang dan body hitam atau body putih yang kecil. Setelah kenaikan yang besar (shadow atas), kemampuan bearish untuk memaksa harga turun berakhir. Untuk menunjukkan pembalikan yang substansial, shadow atas harus relatif panjang dan setidaknya 2 kali panjang body. Konfirmasi bearish diperlukan setelah Shooting Star muncul, dan dapat berbentuk seperti sebuah gap down atau candlestick hitam panjang dengan volume yang tinggi.


Trader dapat mengambil keuntungan dari Shooting Star Candlestick dengan melakukan aksi jual setelah Shooting Star telah ditutup. Trader kemudian dapat menempatkan Stop Loss di atas Shooting Star Candlestick dan menentukan target berdasarkan level support sebelumnya atau harga yang memiliki rasio risk-reward yang positif. Rasio risk-reward telah terbukti menjadi sebuah kunci bagi mereka yang belajar cara trading forex dengan sukses.


Inverted Hammer Candlestick terlihat persis seperti Shooting Star Candlestick, namun terbentuk setelah tren turun. Inverted Hammer Candlestick mewakiliki potensi pembalikan tren atau level support. Setelah tren turun, shadow atas yang panjang menunjukkan tekanan beli selama sesi tersebut. Namun, kenaikkan tersebut tidak mampu mempertahankan tekanan beli ini dan harga ditutup jauh dari harga tertingginya sehingga menciptakan shadow atas yang panjang. Karena kegagalan ini, sebuah konfirmasi naik diperlukan sebelum mengambil tindakan. Inverted Hammer Candlestick yang diikuti oleh gap up atau candlestick puth yang panjang dengan volume tinggi dapat digunakan sebagai konfirmasi bullish.


Hanging Man vs Shooting Stars vs Hammers

Hanging Man, Shooting Star, Hammer, dan Inverted Hammer adalah sejenis pola candlestick yang sama. Ini dapat menyebabkan beberapa kebingungan.


Hanging Man Candlestick muncul di sekitar puncak ketika tren naik, dan begitu juga Shooting Star. Perbedaannya adalah terletak pada body Hanging Man yang kecil berada di sekitar puncak candlestick, dan memiliki shadow bawah panjang. Sementara Shooting Star memiliki body kecil di sekitar bawah candlestick, dengan shadow atas yang panjang. Pada dasarnya, Shooting Star adalah candlestick Hangin Man yang terbalik. Dalam kedua kasus tersebut, panjang shadow setidaknya harus dua kali lebih panjang dari body. Keduanya menunjukkan potensi penurunan harga.


Hanging Man dan Hammer keduanya adalah merupakan pola candlestick yang menunjukkan pembalikan tren. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah terletak pada tren di mana mereka muncul. Jika pola muncul dalam grafik dengan tren naik yang menunjukkan pembalikan bearish, itu disebut Hanging Man. Jika muncul dalam tren turun yang menunjukkan pembalikan bullish, itu adalah Hammer. Terlepas dari perbedaan utama ini, pola dan komponennya sama.


Memahami cara kerja pola candlestick Hanging Man, Shooting Star atau Inverted Hammer adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, platform MT5 menawarkan seperangkat alat candlestick yang berguna dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Anda juga dapat mencoba bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana pola candlestick reversal dapat menghasilkan uang.


Anda dapat menguji sinyal trading dari pola candlestick reversal ini dengan membuat sebuah EA Forex menggunakan Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai

Kategori :  Education