Blog

Bagian blog AM Broker menampung beragam artikel yang mencakup pengetahuan untuk trader dan investor dari berbagai tingkat profesional.

Trading Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing

Ada puluhan pola candlestick reversal bullish dan pola candlestick reversal bearish. Di sini kami telah memilihnya berdasarkan pola yang paling populer sehingga anda dapat mendapatkan penjelasan yang terperinci: Engulfing Pattern.

Trading Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing

Source Image By ambrokerindonesia.id

Ada puluhan pola candlestick reversal bullish dan pola candlestick reversal bearish. Di sini kami telah memilihnya berdasarkan pola yang paling populer sehingga anda dapat mendapatkan penjelasan yang terperinci: Engulfing Pattern.


Engulfing Candle Pattern

Engulfing candle adalah pola candlestick reversal yang dapat mengindikasikan bullish atau bearish, tergantung pada apakah pola tersebut muncul di akhir tren naik (bullish engulfing pattern) atau tren turun (bearish engulfing pattern). Candle pertama dari pola ini ditandai dengan sebuah body kecil, yang kemudian diikuti oleh candle dengan body besar yang tampak seperti menelan body dari candle pertama dan ditutup dengan arah yang berlawanan dengan tren. Pola ini mirip dengan pola candlestick reversal luar namun tidak membutuhkan seluruh range (tinggi dan rendah) untuk tampak seperti menelan, hanya buka dan tutup.


Lanjutkan membaca tentang Engulfing Pattern atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko dan perhatikan bagaimana bullish engulfing dan bearish engulfing bekerja secara real-time.


Bullish Engulfing Pattern

Bullish engulfing pattern terdiri dari dua candlestick, yang pertama adalah hitam dan yang kedua adalah putih. Ukuran candlestick hitam tidak terlalu penting, namun akan lebih baik jika itu bukanlah pola Doji yang cenderung relatif mudah tampak tertelan. Yang kedua harus berupa sebuah candlestick putih panjang – semakin besar, semakin bullish. Body putih harus benar-benar tampak seperti menelan body candlestick hitam pertama. Idealnya, meski tidak harus, body candlestick putih akan tampak seperti menelan shadow juga. Meskipun shadow diizinkan, ini biasanya kecil atau tidak ada di kedua candlestick tersebut.


Setelah tren turun, candlestick putih kedua mulai terbentuk ketika tekanan jual menyebabkan harga dibuka di bawah penutupan sebelumnya. Pembeli melangkah masuk setelah pembukaan dan mendorong harga ke atas pembukaan sebelumnya untuk naik dan potensi pembalikan jangka pendek. Secara umum, semakin besar candlestick putih dan semakin besar menelan, semakin bullish pembalikannya. Kekuatan lebih lanjut diperlukan untuk memberikan konfirmasi bullish dari pola pembalikan ini.


Konfirmasi Bullish

Pola dapat terbentuk dengan satu atau lebih candlestick; sebagian besar membutuhkan konfirmasi bullish. Pembalikan aktual menunjukkan bahwa pembeli mengatasi tekanan jual sebelumnya, namun masih belum jelas apakah pembeli baru akan menawar harga lebih tinggi. Tanpa konfirmasi, pola-pola ini akan dianggap netral dan hanya menunjukkan potensi level support yang terbaik. Konfirmasi bullish akan berarti sebuah tindak lanjut dan dapat muncul sebagai gap naik, candlestick putih panjang atau kenaikan volume yang tinggi. Karena pola candlestick adalah jangka pendek dan biasanya hanya efektif untuk 1 atau 2 minggu, konfirmasi bullish akan datang dalam 1 hingga 3 hari setelah pola tersebut muncul.


Bearish Engulfing Pattern

Bearish engulfing pattern terdiri dari dua candlestick: pertama adalah putih dan kedua adalah hitam. Ukuran candlestick putih relatif tidak penting, namun akan lebih baik jika bukan doji yang akan relatif mudah tampak seperti tertelan. Yang kedua harus berupa candlestick hitam yang panjang. Semakin besar, semakin bearish pembalikannya. Body hitam harus benar-benar tampak seperti menelan body candlestick pertama. Idealnya, body hitam harus tampak seperti menelan shadow juga, meskipun itu bukan keharusan. Shadow diizinkan, namun biasanya kecil atau tidak ada di kedua candlestick.


Setelah naik, candlestick hitam kedua mulai terbentuk ketika sisa tekanan beli menyebabkan harga dibuka di atas penutupan sebelumnya. Namun, penjual masuk setelah gap di pembukaan ini naik dan mulai menekan harga turun. Pada akhir sesi, penjualan menjadi sangat intens sehingga harga bergerak ke bawah harga pembukaan sebelumnya. Candlestick yang terbentuk tampak seperti menelan body candlestick sebelumnya dan menciptakan potensi pembalikan jangka pendek. Pelemahan lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengkonfirmasi bearish dari pola pembalikan ini.


Konfirmasi Bearish

Pola pembalikan bearish dapat terbentuk dengan satu atau lebih candlestick; sebagian besar membutuhkan konfirmasi bearish. Pembalikan sebenarnya menunjukkan bahwa tekanan jual melampaui tekanan pembelian selama satu hari atau lebih, namun masih belum jelas apakah penjualan masih akan berlanjut atau kurangnya pembeli akan terus menekan harga lebih rendah. Tanpa konfirmasi, banyak dari pola ini dianggap netral dan hanya menunjukkan potensi Resistance yang terbaik. Konfirmasi bearish berarti bahwa tindak lanjut lebih lanjut, seperti gap turun, candlestick hitam panjang atau penurunan dengan volume yang tinggi. Karena pola candlestick adalah jangka pendek dan biasanya efektif selama 1-2 minggu, konfirmasi bearish akan muncul dalam 1-3 hari.


Keterbatasan Menggunakan Bearish Engulfing Pattern

Bullish engulfing pattern dapat menjadi sinyal yang kuat, terutama ketika dikombinasikan dengan tren saat ini, bagaimanapun, mereka tidak tahan peluru. Engulfing pattern paling berguna jika mengikuti pergerakan harga ke bawah karena pola tersebut dengan jelas menunjukkan adanya pergeseran momentum ke atas. Jika price action choppy, sekalipun harga naik secara keseluruhan, signifikansi engulfing pattern berkurang karena merupakan sinyal yang cukup umum.


Engulfing atau candle yang kedua juga mungkin besar. Ini dapat membuat trader memiliki stop loss yang sangat besar jika mereka memilih untuk bertransaksi menggunakan pola candlestick. Potensi reward dari trading mungkin tidak sesuai dengan risiko.


Menentukan potensi reward juga dapat sulit ketika menggunakan engulfing pattern, karena candlestick tidak dapat menggambarkan target harga. Sebaliknya, trader perlu menggunakan metode lain, seperti indikator teknikal atau analisis tren, untuk memilih target harga atau menentukan kapan waktu harus keluar dari transaksi yang menguntungkan.


Kesimpulan Bullish Engulfing Pattern dan Bearish Engulfing Pattern

Untuk bisa dianggap sebagai pembalikan bullish, harus ada sebuah tren turun untuk pembalikan. Sebuah bullish engulfing yang muncul di harga tertinggi baru hampir tidak dapat dianggap sebagai pola pembalikan bullish. Formasi seperti itu akan menunjukkan tekanan beli yang berkelanjutan dan dapat dianggap sebagai pola kelanjutan.


Bullish engulfing pattern adalah pola candlestick yang terbentuk ketika candlestick hitam kecil diikuti oleh sebuah candlestick putih yang besar. Body yang sepenuhnya tampak seperti saling tumpang tindih atau menelan body candlestick hari sebelumnya.

Bullish engulfing pattern lebih cenderung memberi sinyal pembalikan ketika didahului oleh tempat atau lebih candlestick hitam.

Investor tidak hanya harus melihat pada dua candlestick yang membentuk bullish engulfing pattern, namun juga candlestick sebelumnya.

 

Untuk dianggap sebagai pembalikan bearish, harus ada sebuah tren naik untuk pembalikan. Itu tidak harus menjadi tren naik utama, namun harus naik untuk jangka pendek atau setidaknya selama beberapa hari terakhir. Sebuah bearish engulfing pattern setelah turun tajam atau dekat posisi trendah baru tidak mungkin menjadi pola pembalikan turun yang valid. Pola pembalikan bearish dalam tren turun hanya akan mengkonfirmasi tekanan jual yang ada dan dapat dianggap sebagai pola kelanjutan.


Bearish engulfing pattern dapat muncul di mana saja, namun lebih signifikan jika terjadi setelah harga berada dalam tren naik. Ini bisa menjadi tren naik atau pullback ke atas dengan tren turun yang lebih besar.

Idealnya, kedua candlestick berukuran relatif lebih besar dibandingkan bar harga di sekitarnya. Dua bar yang sangat kecil dapat menciptakan engulfing pattern, namun itu jauh kurang signifikan jika dibandingkan dua candlestick besar.

Real body – perbedaan antara harga bukan dan tutup – dari candlestick adalah penting. Body candlestick turun harus tampak seperti menelan body candlestick naik.

Pola memiliki signifikansi yang jauh lebih kecil di pasar yang choppy.

 

Memahami cara membaca engulfing pattern adalah penting, namun jika anda membutuhkan bantuan, MT5 AM Broker menawarkan seperangkat tool Candlestick yang berguna, dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Anda juga dapat bermain di akun demo forex dan perhatikan bagaimana bullish engulfing dan bearish engulfing dapat menghasilkan uang untuk anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai

Kategori :  Artikel

Pola Candlestick Reversal Dengan Shadow Panjang

Ada puluhan pola candlestick reversal bullish dan pola candlestick reversal bearish. Kami telah memilih untuk mempersempitnya dengan memilih beberapa pola candlestick paling populer, dan menjelaskannya secara terperinci: pola candlestick reversal dengan shadow panjang.

Pola Candlestick Reversal Dengan Shadow Panjang

Source Image By ambrokerindonesia.id

Ada puluhan pola candlestick reversal bullish dan pola candlestick reversal bearish. Kami telah memilih untuk mempersempitnya dengan memilih beberapa pola candlestick paling populer, dan menjelaskannya secara terperinci: pola candlestick reversal dengan shadow panjang.


Pola Candlestick Reversal Dengan Shadow Panjang

Ada dua pasang pola candlestick reversal tunggal yang terdiri dari body yang kecil, satu shadow panjang, dan satu shadow pendek atau tidak ada. Umumnya, panjang shadow setidaknya harus dua kali panjang body, terlepas dari hitam atau putih. Lokasi shadow panjang dan price action sebelumnya menentukan klasifikasi.


Pasangan pertama, yaitu Hammer dan Hanging Man, yang terdiri dari candlestick yang identik dengan body kecil dan shadow bawah yang panjang. Pasangan kedua, yaitu Shooting Star dan Inverted Hammer, juga berisi candlestick yang identik, namun dengan body kecil serta shadow atas yang panjang. Hanya price action sebelumnya dan konfirmasi lebih lanjut yang dapat menentukan sifat bullish atau bearish dari candlestick ini. Hammer dan Inverted Hammer terbentuk setelah tren turun dan merupakan pola candlestick reversal bullish, sedangkan Shooting Star dan Hanging Man terbentuk setelah tren naik dan merupakan pola candlestick reversal bearish.


Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut, atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko, dan perhatikan bagaimana pola candlestick reversal bekerja secara langsung.


Hammer Candlestick dan Hanging Man Candlestick

Hammer Candlestick dan Hanging Man Candlestick terlihat persis sama namun memiliki implikasi berbeda berdasarkan price action sebelumnya. Keduanya memiliki body kecil (hitam atau putih), shadow bawah panjang dan shadow atas pendek atau tidak ada. Seperti kebanyakan pola candlestick tunggal dan ganda, Hammer Candlestick dan Hanging Man Candlestick memerlukan konfirmasi sebelum bertindak.


Hammer Candlestick adalah pola reversal bullish yang terbentuk setelah tren turun. Selain potensi pembalikan tren, pola Hammer dapat menandai level dasar atau support. Setelah tren turun, sinyal pola Hammer menandakan pembalikan bullish. Shadow bawah yang panjang menyiratkan bahwa penjual menekan harga lebih rendah selama sesi tersebut. Namun, hasil akhir yang kuat menunjukkan bahwa pembeli mendapatkan kembali topangannya untuk mengakhiri sesi dengan pijakan yang kuat. Meskipun ini mungkin tampak cukup untuk ditindaklanjuti, Hammer Candlestick membutuhkan konfirmasi bullish lebih lanjut. Hammer Candlestick yang lebih rendah menunjukkan bahwa masih ada banyak penjual. Tekanan beli lebih lanjut, dan lebih disukai pada volume ekspansi, diperlukan sebelum bertindak. Konfirmasi semacam ini bisa terjadi dari gap up atau candlestick putih yang panjang. Hammer mirip dengan titik punck penjualan, dan volume yang besar dapat berfungsi untuk memperkuat validitas pembalikan.


Gambar di bawah ini adalah contoh tentang bagaimana cara pola Hammer Candlestick dalam trading forex untuk membuka posisi beli, sementara menempatkan Stop Loss di bawah Hammer Candlestick dan Take Profit pada level yang cukup tinggi untuk memastikan risk-reward ratio yang positif.


Inverted Hammer Candlestick dan Shooting Star Candlestick

Inverted Hammer Candlestick dan Shooting Star Candlestick terlihat persis sama namun memiliki implikasi berbeda berdasarkan price action sebelumnya. Kedua candlestick memiliki body kecil (hitam atau putih), shadow atas panjang dan shadow bawah kecil atau tidak ada sama sekali. Candlestick ini menandai potensi pembalikan tren namun membutuhkan konfirmasi sebelum ditindak lanjuti.


Shooting Star Candlestick adalah pola bearish reversal yang terbentuk setelah tren naik dan di posisi puncak, seperti namanya. Shooting Star candlestick dapat menandai potensi pembalikan tren atau level Resistance. Candlestick terbentuk ketika harga gap yang lebih tinggi pada pembukaan, naik selama sesi, dan menutup tertinggi mereka. Pola candlestick yang dihasilkan memiliki shadow atas yang panjang dan body hitam atau body putih yang kecil. Setelah kenaikan yang besar (shadow atas), kemampuan bearish untuk memaksa harga turun berakhir. Untuk menunjukkan pembalikan yang substansial, shadow atas harus relatif panjang dan setidaknya 2 kali panjang body. Konfirmasi bearish diperlukan setelah Shooting Star muncul, dan dapat berbentuk seperti sebuah gap down atau candlestick hitam panjang dengan volume yang tinggi.


Trader dapat mengambil keuntungan dari Shooting Star Candlestick dengan melakukan aksi jual setelah Shooting Star telah ditutup. Trader kemudian dapat menempatkan Stop Loss di atas Shooting Star Candlestick dan menentukan target berdasarkan level support sebelumnya atau harga yang memiliki rasio risk-reward yang positif. Rasio risk-reward telah terbukti menjadi sebuah kunci bagi mereka yang belajar cara trading forex dengan sukses.


Inverted Hammer Candlestick terlihat persis seperti Shooting Star Candlestick, namun terbentuk setelah tren turun. Inverted Hammer Candlestick mewakiliki potensi pembalikan tren atau level support. Setelah tren turun, shadow atas yang panjang menunjukkan tekanan beli selama sesi tersebut. Namun, kenaikkan tersebut tidak mampu mempertahankan tekanan beli ini dan harga ditutup jauh dari harga tertingginya sehingga menciptakan shadow atas yang panjang. Karena kegagalan ini, sebuah konfirmasi naik diperlukan sebelum mengambil tindakan. Inverted Hammer Candlestick yang diikuti oleh gap up atau candlestick puth yang panjang dengan volume tinggi dapat digunakan sebagai konfirmasi bullish.


Hanging Man vs Shooting Stars vs Hammers

Hanging Man, Shooting Star, Hammer, dan Inverted Hammer adalah sejenis pola candlestick yang sama. Ini dapat menyebabkan beberapa kebingungan.


Hanging Man Candlestick muncul di sekitar puncak ketika tren naik, dan begitu juga Shooting Star. Perbedaannya adalah terletak pada body Hanging Man yang kecil berada di sekitar puncak candlestick, dan memiliki shadow bawah panjang. Sementara Shooting Star memiliki body kecil di sekitar bawah candlestick, dengan shadow atas yang panjang. Pada dasarnya, Shooting Star adalah candlestick Hangin Man yang terbalik. Dalam kedua kasus tersebut, panjang shadow setidaknya harus dua kali lebih panjang dari body. Keduanya menunjukkan potensi penurunan harga.


Hanging Man dan Hammer keduanya adalah merupakan pola candlestick yang menunjukkan pembalikan tren. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah terletak pada tren di mana mereka muncul. Jika pola muncul dalam grafik dengan tren naik yang menunjukkan pembalikan bearish, itu disebut Hanging Man. Jika muncul dalam tren turun yang menunjukkan pembalikan bullish, itu adalah Hammer. Terlepas dari perbedaan utama ini, pola dan komponennya sama.


Memahami cara kerja pola candlestick Hanging Man, Shooting Star atau Inverted Hammer adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, platform MT5 menawarkan seperangkat alat candlestick yang berguna dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Anda juga dapat mencoba bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana pola candlestick reversal dapat menghasilkan uang.


Anda dapat menguji sinyal trading dari pola candlestick reversal ini dengan membuat sebuah EA Forex menggunakan Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai

Kategori :  Education

Cara Membaca Pola Candlestick Forex

Untuk memahami sebuah buku, anda harus bisa membaca kata-katanya. Untuk memahami lembaran musik, anda harus bisa membaca not. Untuk memahami perilaku harga, anda harus dapat membaca dan menafsirkan grafik. Jadi, mari kita mempelajari salah satu dasar Analisis Teknikal, yakni memahami grafik candlestick dan pola candlestick.

Cara Membaca Pola Candlestick Forex

Source Image By ambrokerindonesia.id

Untuk memahami sebuah buku, anda harus bisa membaca kata-katanya. Untuk memahami lembaran musik, anda harus bisa membaca not. Untuk memahami perilaku harga, anda harus dapat membaca dan menafsirkan grafik. Jadi, mari kita mempelajari salah satu dasar Analisis Teknikal, yakni memahami grafik candlestick dan pola candlestick.


Bentuk Candlestick dan Artinya

Grafik muncul dalam gaya yang berbeda, namun di sini kita akan fokus pada candlestick Jepang atau grafik candlestick, yang telah menjadi salah satu grafik yang paling populer karena dapat memberikan pemahaman visual yang paling cepat ketika melakukan price action dan sentimen pasar di baliknya. Ada banyak yang telah ditulis tentang keuntungan dari grafik candlestick, dan mengapa menjadi gaya charting yang dominan sejak pertama kali diperkenalkan ke Barat oleh seorang analis bernama Steve Nison pada tahun 1989, yang juga kemudian dipopulerkan dalam buka seminalnya berjudul Japanese Candlestick Charting Techniques, hampir satu dekade kemudian. Namun, di sini kami akan tetap berpegang pada sesuatu tentang apa yang perlu anda ketahui untuk menghasilkan uang dari trading forex.


Cara Membaca Candlestick

Pertama, untuk memahami bentuk candlestick dan artinya, anda perlu mempelajari bagian-bagian dari setiap candlestick, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.


Gambar ini cukup jelas, namun di sini ada beberapa poin penting untuk memahami cara membaca candlestick:


Sebuah candlestick biasanya memiliki body dan wick (disebut shadow) di kedua ujungnya; namun, setiap masing-masing bagian ini mungkin tidak akan terlihat pada candlestick tertentu seperti yang akan kita lihat di bawah. Bersama-sama, mereka menutupi seluruh range harga selama periode candlestick tertentu. Body dari candlestick sendiri menggambarkan range antara harga pembukaan dan penutupan untuk periode tertentu, dan wick, atau yang disebut juga dengan shadow, menunjukkan range harga tertinggi dan terendah.

Setiap candlestick menampilkan semua informasi harga: harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan, dan harga penutupan untuk periode waktu tertentu, tergantung pada time frame grafik. Berikut adalah dua contoh dari informasi yang digambarkan candlestick:

Setiap candlestick pada grafik satu menit menampilkan mencakup harga pembukaan, harga penutupan, dan harga tertinggi, serta harga terendah selama satu menit (cara membaca candlestick 1 menit).

Setiap candlestick pada grafik harian menunjukkan informasi harga sepanjang hari tersebut.

Setiap platform trading yang baik harus menyediakan grafik candlestick mulai dari satu detik hingga satu bulan.

Warna body memberikan informasi arah harga untuk periode waktu tertentu. Pemberian warna yang paling umum adalah body berwarna hijau penutupan yang lebih tinggi, dan merah untuk penutupan yang lebih rendah.

 

Belajar Candlestick – Hubungan antara Body, Wick, dan Maknanya

Untuk mempelajari pola candlestick, ingatlah bahwa panjang body dan wick, secara absolut dan relatif satu sama lain, dapat memberitahu kita banyak hal tentang sentimen yang ada di pasar selama durasi candlestick tertentu. Ini bisa menjadi sebuah informasi penting ketika kita menggambarkan candlestick dengan periode yang lebih lama seperti harian, minggu, atau bulan. Sama seperti indikator teknikal lain, candlestick dan polanya selama jangka waktu yang lebih pendek kurang bisa diandalkan karena pergerakan harga dalam satu hari atau kurang sering kali dapat disebabkan oleh aliran uang acak yang tidak terkait dengan sentimen pasar yang sesungguhnya.


Berikut adalah kunci untuk memahami hubungan antara wick (atau shadow) dan panjang body serta makna dari masing-masing candlestick:


Semakin panjang wick dibandingkan bodynya, maka semakin besar keragu-raguan, dan semakin besar perjuangan antara pembeli dan penjual, serta semakin besar juga kemungkinan bahwa tren saat ini akan berhenti atau berbalik.

Semakin pendek wick dibandingkan bodynya, maka semakin dapat menentukan bahwa pergerakan akan bergerak ke atas atau ke bawah, dan semakin besar kemungkinan bahwa pergerakan akan berlanjut ke arah yang sama.

Penutupan yang lebih tinggi disertai body yang lebih panjang dengan sedikit atau tanpa shadow menunjukkan bahwa pembeli melebihi jumlah penjual dan memegang kendali selama seluruh periode yang dicakup oleh candlestick, sehingga terus mendorong harga lebih tinggi. Semakin tinggi body candlestick, semakin besar kekuatan belinya.

Penutupan yang lebih rendah disertai body yang lebih panjang dengan sedikit atau tanpa shadow menunjukkan bahwa penjual melebihi jumlah pembeli dan memegang kendali selama seluruh periode yang dicakup oleh candlestick, sehingga terus menekan harga lebih rendah. Semakin tinggi body candlestick, semakin besar kekuatan jualnya.

Body yang relatif lebih kecil dibandingkan wick menunjukkan adanya keraguan yang sama pada tingkat yang lebih rendah. Jika bodynya berwarna merah, penjual sedikit lebih kuat; jika hijau, yang terjadi adalah sebaliknya.

 

Wick Bawah


Wick bawah yang panjang menunjukkan adanya awal pesimisme yang kuat, dan penjual yang tertekan karena pembelian meningkat ketika harga murah, dan penjual mengambil keuntungan. Dengan kata lain, level harga yang lebih rendah tercapai dan tertahan, sehingga mengurangi upaya untuk menurunkan harga menjadi lebih rendah.

Shadow bawah yang pendek menunjukkan adanya sedikit keragu-raguan lebih sedikit pengujian harga yang lebih rendah, dan tekanan jual yang lebih ringan yang mengharuskan beberapa pembeli untuk membalikkannya. Jika suatu pasangan mata uang ditutup pada titik terendah untuk periode yang dipilih, candlestick tidak akan memiliki wick bawah.

 

Wick Atas


Wick atas yang panjang menunjukkan adanya awal optimisme, dan pembeli yang tertekan karena penjualan meningkat akibat adanya aksi ambil untung. Dengan kata lain, tingkat harga yang lebih tinggi tercapai dan tertahan, sehingga membalikkan upaya untuk menaikan harga menjadi lebih tinggi.

Wick atas yang lebih pendek menunjukkan lebih sedikit keragu-raguan, lebih sedikit pengujian harga yang lebih tinggi, lebih sedikit perjuangan antara pembeli dan penjual. Jika harga penutupan adalah yang tertinggi untuk periode tertentu, candlestick tidak akan memiliki wick atas.

 

Lanjutkan membaca untuk mempelajari pola candlestick, atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko, dan perhatikan cara membaca candlestick secara real-time.


Pola Candlestick Akurat dan Lengkap

Grafik candlestick Jepang sebagian besar mengindikasikan pembalikan atau keragu-raguan (mis., kemungkinan pembalikan), sedangkan pola grafik Barat cenderung menunjukkan kelanjutan (tren berhenti sejenak sebelum melanjutkan) atau pembalikan. Pola candlestick ini adalah merupakan topik yang luas. Tujuan kami di sini adalah untuk memperkenalkan pola candlestick yang paling menguntungkan untuk anda.


Perhatikan bahwa tabel berikut mengklasifikasikan candlestick dan pola berdasarkan bullish, bearish, atau netral. Kata sifat “bullish” mengacu pada candlestick yang menunjukkan kenaikan harga atau pola yang menunjukkan bahwa harga akan naik karena bullish menanduk lawannya dalam gerakan naik. “Bearish” digunakan untuk menunjukkan candlestick yang menunjukkan penurunan harga atau pola yang menunjukkan bahwa harga akan turun karena beruang menggesek lawannya dengan sebuah gerakan menurun.


1. Tipe Pola Candlestick Single

Spinning Top Candlestick

Tergantung pada apakah harga penutupannya lebih tinggi atau lebih rendah. Signifikansinya meningkat jika terjadi setelah gerakan yang panjang dan dalam arah yang berlawanan dari penutupan.


Dalam contoh ini, candlestick terbaru menunjukkan warna hitam, penutupan lebih rendah. Jika spinning top candlestick ini terjadi di ketika tren naik, ini mengindikasikan akan terjadinya pembalikan. Jika ini terjadi ketika tren turun, ini hanya akan menjadi sinyal bahwa tren turun akan berlanjut.


Doji Candlestick

Netral: Semakin panjang wick dibandingkan body, semakin banyak keragu-raguan karena pembeli dan penjual seimbang. Kurangnya body berarti bahwa candlestick doji menunjukkan keraguan dan kemungkinan akhir atau pembalikan tren. Dengan demikian pola candlestick ini akan lebih berguna setelah bergerak naik atau turun lama karena itu mengindikasikan akhir dari tren dan mungkin juga pembalikan.


White Marubozu Candlestick – Bullish/Black Marubozu Candlestick – Bearish


Sebaliknya, semakin panjang body dibandingkan wick, semakin dapat menentukan pergerakan serta semakin jelas dominasi pembeli atau penjual. Putih menunjukkan bahwa pembeli dominan, sehingga biasanya mengindikasikan tren naik. Versi hitam candlestick Marubozu menunjukkan yang sebaliknya.


Hammer Candlestick – Bullish/ Hanging Man Candlestick – Bearish


Candlestick Hammer dan Candlestick Hanging Man memiliki bentuk yang sama: Wick bawah yang panjang dengan dua hingga tiga kali panjang body, dan sedikit atau tidak ada sama sekali wick.


Kebalikannya tergantung pada hal berikut:


Terjadi setelah tren turun yang panjang = Candlestick Hammer, bullish, mengindikasikan bahwa pasar telah menyentuh dasar

Terjadi setelah tren naik yang panjang = Candlestick Hanging Man, bearish, mengindikasikan bahwa pasar telah menyentuh puncak

 

Dalam kedua kasus, harga penutupan yang lebih tinggi atau lebih rendah tidaklah penting.


Inverted Hammer Candlestick - Bullish/Shooting Star Candlestick – Bearish


Candlestick Inverted Hammer dan Candlestick Shooting Star membentuk sebuah bentuk yang sama dan pola pombalikan seperti Hammer dan Hanging Man yang ditunjukkan di atas. Jenis candlestick ini memiliki wick atas yang panjang dengan panjang dua hingga tiga kali body, dan memiliki sedikit atau tidak ada wick bawah. Seperti biasa, pola candlestick ini harus terjadi setelah bergerak lebih tinggi atau lebih rendah, dan perlu awal pembalikan untuk mengkonfirmasi pola.


Kebalikannya bergantung pada hal berikut:


Terjadi setelah tren turun yang panjang=Inverted Hammer Candlestick, Bullish, mengindikasikan bahwa pasar telah menyentuh dasar, yang dikonfirmasi oleh pantulan yang lebih tinggi

Terjadi setelah pergerakan naik yang panjang=Shooting Star Candlestick, Bearish, mengindikasikan bahwa pasar mencapai puncak, yang dikonfirmasi oleh pantulan yang lebih rendah.

 

Dalam kedua kasus, harga penutupan yang lebih tinggi atau lebih rendah tidak penting jika hal tersebut berlawanan arah dengan candlestick sebelumnya, yang artinya ini cenderung mengarah pada penghentian atau pembalikan tren candlestick sebelumnya.


2. Tipe Pola Candlestick Double

Bullish Engulfing Candlestick


Bullish Engulfing Candlestick terjadi ketika candlestick bearish (penutupan yang lebih rendah) diikuti oleh candlestick bullish (penutupan yang lebih tinggi), yang tampak seperti “menelan” range candestick bearish sebelumnya. Semakin panjang candlestick bullish, semakin tampak “menelan” atau melebihi range candle bearish sebelumnya, maka semakin bullish pola tersebut. Jelas, seperti biasa, konteks dan waktu itu penting. Bullish Engulfing Candlestick lebih bullish jika pola ini muncul setelah tren turun yang panjang, dengan Support yang kuat, atau keduanya, karena tanda-tanda ini dapat memberikan konfirmasi bahwa kemungkinan tren turun telah habis lebih tinggi.


Bearish Engulfing Candle

Bearish Engulfing Candlestick terjadi ketika candlestick bullish (penutupan yang lebih tinggi) diikuti oleh candlestick bearish yang lebih panjang (penutupan yang lebih rendah), yang tampak seperti “menelan” range candlestick bullish sebelumnya. Semakin panjang candlestick bearish, semakin tampak “menelan” atau melebihi range candlestick sebelumnya, semakin bearish pola tersebut. Jelas, seperti biasa, konteks dan waktu itu penting. Bearish Engulfing Candlestick lebih bearish jika pola ini muncul setelah tren naik yang panjang, pada Resistance yang kuat, atau keduanya, karena kemungkinan bahwa tren naiknya telah habis lebih tinggi.


Tweezer Tops Candle – Bearish

Seperti sebuah sepasang pinset di bagian puncak tren naik. Idealnya:


Harga penutupan candlestick pertama ke arah tren naik, sementara yang kedua ditutup turun.

Wick atas lebih panjang dari body dan harus memiliki panjang yang sama dan berakhir di Resistance yang sama (mengkonfirmasi Resistance mencegah kenaikan yang lebih lanjut), sehingga karenanya berbentuk seperti pinset.

 

Anggap wick dari candlestick tersebut mencapai puncak dari Resistance, atau pasar menolak harga tertentu yang lebih tinggi karena mencapai puncak.


Tweezer Bottoms Candle – Bullish


Kebalikan dari yang di atas. Seperti sepasang pinset di bagian bawah ketika tren turun. Idealnya:


Candlestick pertama ditutup ke arah tren turun, yang kedua ditutup ke arah tren naik.

Wick lebih rendah dan lebih panjang dari body serta harus memiliki panjang yang sama dan berakhir di sekitar Support yang sama (memastikan dasar mencegah penurunan lebih lanjut), sehingga berbentuk seperti pinset.

 

Bayangkan wick ini sebagai sebuah pukulan terhadap dasar atau support, atau pasar menolak harga yang lebih rendah tertentu, karena mencapai dasar.


3. Tipe Pola Candlestick Triple

Morning Star Candle – Bullish/ Evening Star Candle – Bearish


Evening Star Candlestick dan Morning Star Candlestick adalah variasi bearish dan bullish dengan bentuk yang sama:


Candlestick pertama mengikuti arah tren, idealnya dengan body yang panjang yang menunjukkan adanya dorongan akhir yang kuat sehingga melemahkan pergerakan.

Candlestick kedua adalah Doji, menunjukkan keraguan bahwa candlestick pertama adalah dorongan besar yang terakhir untuk tren.

Candlestick ketiga berada di arah yang berlawanan dari tren dan harus ditutup di luar titik tengah candlestick pertama, lebih disuaki dengan body panjang yang menunjukkan gerakan pembalikan yang menentukan.

 

Three White Soldiers Candle – Bullish


Pola ini terdiri dari tiga candlestick bullish (penutupan yang lebih tinggi) dengan body panjang dan terjadi setelah tren turun, yang menandakan pembalikan naik untuk jangka waktu yang panjang. Untuk menjadi sebuah pola yang valid:


Body dari candlestick kedua harus lebih panjang dari yang pertama, dan harus ditutup mendekati tinggi dengan sedikit atau bahkan tanpa wick atas.

Body dari candlestick ketiga harus memiliki ukuran yang sama atau lebih besar dari yang kedua dan juga harus ditutup pada atau dekat tertinggi dengan sedikit atau tanpa wick atas.

 

Three Black Crows Candle – Bearish


Kebalikan dari Three White Soldies Candlestick. Pola ini terdiri dari tiga candlestick bearish (penutupan lebih rendah) yang memiliki body panjang setelah tren naik dan menandakan pembalikan turun untuk jangka panjang.


Untuk menjadi sebuah pola yang valid:


Body dari candlestick kedua harus lebih panjang dari yang pertama, dan penutupannya dekat dengan harga terendah dengan sedikit atau tanpa wick bawah.

Body dari candlestick ketiga harus memiliki ukuran yang sama atau lebih besar dari yang kedua dan juga harus ditutup pada atau dekat harga terendah dengan sedikit atau tanpa wick bawah.

 

Three Inside Up – Bullish


Ditemukan selama tren turun dan memberi sinyal kemungkinan akhir. Karakteristiknya:


Candlestick partama ditutup turun dan memiliki body yang relatif panjang ke arah turun.

Candlestick kedua ditutup naik hingga sekitar titik tengah candlestick pertama.

Candlestick ketiga ditutup di atas tinggi candlestick pertama. Singkatnya, ini adalah pola swing bullish yang sangat mendasar. Semakin panjang candlestick kedua dan ketiga, semakin meyakinkan sinyal pembalikan tersebut.

 

Three Inside Down – Bearish


Kebalikan dari Three Inside Up. Ditemukan selama tren naik dan memberi sinyal kemungkinan akhir. Karakteristiknya:


Candlestick pertama ditutup naik dan memiliki body yang relatif panjang ke arah naik.

Candlestick kedua ditutup turun hingga ke sekitar titik tengah candlestick pertama.

Candlestick ketiga ditutup di bawah harga terendah candlestick pertama.

 

Singkatnya, ini adalah merupakan pola bearish yang sangat mendasar. Semakin panjang candlestick kedua dan candlestick ketiga, semakin meyakinkan sinyal pembalikan tersebut.


Trading Dengan Candlestick + Rumus Matematika

Meskipun pola candlestick diklasifikasikan sebagai pola pembalikan (menunjukkan pembalikan arah tren), kelanjutan (menunjukkan kelanjutan tren), atau keragu-raguan, tergantung pada perannya yang lebih umum, ini adalah generalisasi. Seperti indikator teknikal lainnya, trading dengan caldestick tidak selalu berhasil dan harus digunakan dalam kombinasi dengan yang lainnya untuk mengkonfirmasi atau menolaknya.


Bukti dari Analisa Teknikal berguna untuk menentukan waktu entry dan keluar meskipun jarang berguna. Ini bergantung pada anda untuk memilih sinyal forex yang kontradiktif atau tidak menyakinkan dari seluruh Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental anda dan membedakan di mana bukti poin keseimbangannya. Interpretasi anda terhadap pola candlestick dan indikator lainnya bergantung pada konteks di mana ini terjadi di pasar forex dan pasar saham. Pola candlestick saham dan pola candlestick forex memiliki arti yang sama, namun setiap pasar memiliki ciri khas yang berbeda.


Untuk mempelajari cara membaca pola candlestick saham, buka akun yang menawarkan forex dan saham untuk diperdagangkan.


Kesimpulan Cara Membaca Pola Candlestick

Seperti hal nya segala sesuatu apa pun, konteks dan waktu menghasilkan sebuah perbedaan ketika menafsirkan pola candlestick Jepang: Pola pembalikan bullish (seperti pola hammer atau pola bullish engulfing) lebih kuat dari pola pembalikan bullish jika muncul setelah tren turun yang panjang dibandingkan tren turun yang singkat. Terutama jika tren yang singkat tersebut terjadi dalam tren naik jangka panjang.


Pola pembalikan bullish yang sama akan memiliki lebih banyak kredibilitas jika hal tersebut terjadi pada level support yang kuat di mana kita memperkirakan bahwa tren turun kemungkinan akan berbalik.


Jika gambarannya tidak cukup jelas, cari peluang lain. Ingat, beberapa transaksi terbaik yang pernah anda lakukan adalah yang putuskan untuk tidak melakukannya. Peluang yang terlewatkan hanya akan melukai ego anda; transaksi yang buruk dapat merusak moral anda. Ingat itu jika anda ingin belajar cara trading forex dan menghasilkan uang dari ini.


Memahami cara membaca candlestick adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MT5 AM Broker menawarkan seperangkat alat charting yang berguna, di mana trainer kami juga dapat memberikan anda sebuah panduan yang tepat. Cobalah bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana pola candlestick yang paling menguntungkan dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari pola candlestick akurat dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai

Kategori :  Education

Menggunakan Average True Range (ATR) Dengan Menguntungkan

Alih-alih menggunakan penilaian anda sendiri, terdapat beberapa pengukuran statistik volatilitas harga yang tersedia. Salah satu yang paling populer adalah Indikator Average True Range (ATR), yang mengukur pergerakan rata-rata untuk pasangan mata uang tertentu (atau saham, komoditas, dll) untuk periode waktu tertentu.

Menggunakan Average True Range (ATR) Dengan Menguntungkan

Source Image By ambrokerindonesia.id

Alih-alih menggunakan penilaian anda sendiri, terdapat beberapa pengukuran statistik volatilitas harga yang tersedia. Salah satu yang paling populer adalah Indikator Average True Range (ATR), yang mengukur pergerakan rata-rata untuk pasangan mata uang tertentu (atau saham, komoditas, dll) untuk periode waktu tertentu.


Apa Itu Average True Range – ATR

Indikator Average True Range atau biasa disingkat juga dengan sebutan Indikator ATR akan bergerak naik dan turun ketika pergerakan harga dalam suatu aset menjadi lebih besar atau lebih kecil. Indikator ini didasarkan pada pergerakan harga, sehingga nilainya adalah jumlah Dolar. Misalnya, dalam perdagangan saham, nilai ATR sebesar 0.23 berarti bahwa harga rata-rata bergerak $0.23, rata-rata, di setiap bar harganya. Di pasar forex, indikator ini akan menunjukkan nilai pip, di mana nilai 0.0025 adalah berarti 25 pip.


Nilai ATR dihitung setiap periode waktu yang lalu. Pada grafik satu menit, nilai ATR yang baru dihitung setiap satu menit. Pada grafik harian, nilai Average True Range yang baru dihitung setiap hari. Semua nilai ini digambarkan untuk membentuk sebuah garis yang berkelanjutan, sehingga trader dapat melihat bagaimana volatilitas berubah dari waktu ke waktu.


Karena Average True Range didasarkan pada seberapa banyak masing-masing harga suatu aset bergerak, nilai untuk satu aset tidak dibandingkan dengan aset lainnya secara terpisah. Untuk memahami indikator ini dengan lebih baik, berikut adalah cara menghitungnya.


Menemukan A, atau rata-rata terlebih dahulu yang diperlukan untuk mencari nilai True Range (TR).


TR adalah nilai yang terbesar dari data berikut:


Harga tertinggi saat ini dikurangi penutupan sebelumnya

Harga terendah saat ini dikurangi penutupan sebelumnya

Harga tertinggi saat ini dikurangi harga terendah saat ini

Terlepas dari nilainya yang positif atau negatif, itu bukan merupakan masalah. Nilai absolut tertinggi akan digunakan dalam perhitungannya.


Nilai-nilainya akan dihitung setiap hari, dan kemudian dihitung berdasarkan rata-rata. Jika Indikator ATR dihitung berdasarkan rata-rata 14 periode waktu, maka rumusnya adalah sebagai berikut:


ATR = [(ATR Sebelumnya x 13) + TR Saat Ini] / 14


Lanjutkan membaca tentang ATR, atau mulai bermain di akun demo bebas risiko, dan perhatikan bagaimana Indikator ATR bekerja secara real time.


Pengaturan ATR

Biasanya, pengaturan default dari indikator ini adalah 14 periode, yakni, 14 hari pada grafik harian, 14 jam pada grafik jam, dan sebagainya, namun seiring berjalannya waktu, anda juga mungkin ingin bereksperimen dengan pengaturan tersebut. Untuk mengetahui nilai ATR untuk periode waktu tertentu, trader dapat memilih untuk menghentikan persentase tertentu range tersebut dari titik entry. Sebagai contoh, trader yang memiliki keyakinan besar ke arah tren, dan ingin menghindari terkena Stop Loss mereka akan menempatkan Stop Loss 80 hingga 100 persen dari ATR di luar titik entry atau di dekat level Support terkuat. Mereka akan menerima kerugian yang lebih besar jika Stop Loss tersebut tercapai karnea mereka percaya bahwa hal tersebut kemungkinan terjadinya rendah. Namun mereka yang kurang percaya diri dan enggan untuk mengambil risiko yang menginginkan kerugian yang lebih kecil (sekalipun jika ada lebih banyak dari mereka menyentuh Stop Loss) mungkin menempatkan Stop Loss mereka lebih dekat, sekitar 50 persen atau kurang dari ATR dari titik entry. Setelah anda mengetahui volatilitas rata-rata untuk periode waktu tertentu dengan menggunakan ATR, anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang seberapa jauh Fixed atau Trailing Stop Loss Order anda harus ditempatkan demi terhindar dari pergerakan harga yang acak.


Mari kita lihat contoh tentang bagaimana cara menggunakan ATR untuk mengukur volatilitas dan menempatkan Stop Loss Order yang tetap atau juga Trailing Stop Loss Order.


Menggunakan ATR Untuk Mengukur Volatilitas

Kami merusuk pada contoh di atas. Dalam gambar di bawah ini, kami juga akan menunjukkan grafik harian EURUSD yang sama, yang menunjukkan bahwa candle harian untuk tanggal entry pada perdagangan 11 Agustus, namun kali ini kami menyertakan Average True Range, yang menunjukkan bahwa selama 14 hari terakhir atau candle harian, rata-rata range harganya adalah sekitar 220 pip. Mereka yang tertarik dengan cara menghitung ATR dapat melihatnya secara online.


Dalam contoh ini, kami mendasarkan Stop Loss pada faktor-faktor lain yang disebutkan sebelumnya. Namukan, jika kita ingin menurunkan peluang terkena Stop Loss dari posisi yang berbalik berlawanan, kita bisa mengatur Stop Loss pada jarak 50% atau lebih dari indikator ATR, 105 pip, di bawah titik entry, atau persentase ATR yang berbeda. Intinya di sini adalah bahwa ada berbagai cara untuk menentukan seberapa jauh anda mengatur Stop Loss anda. Dalam contoh trading forex ini, kami menggunakan posisi terendah baru-baru ini sebagai panduan, meskipun kami bisa menggunakan ATR sebagai gantinya. Banyak hal tergantung pada faktor-faktor seperti selera risiko anda, kondisi pasar, dan kepercayaan terhadap trading. Misalnya, jika anda menangkap sebuah pullback ke Support yang kuat ketika tren naik yang secara keseluruhan kuat, anda mungkin akan lebih percaya diri bahwa tren naik ini akan berlanjut dan memungkinkan untuk menentukan Stop Loss yang lebih lebar demi menggindar dari pergerakan harga yang acak. Sebaliknya ketika anda kurang percaya diri, anda mungkin terus menentukan Stop Loss lebih ketat.


Kesimpulan Tentang Indikator ATR

Average True Range bukanlah Directional Indicator seperti MACD atau RSI, melainkan sebuah indikator volatilitas yang mencerminkan tingkat ketertarikan atau ketidaktertarikan dalam suatu pergerakan. Pergerakan yang kuat, pada kedua arah, sering disertai dengan Range yang besar, atau True Range besar. Ini terutama benar pada langkah awal. Pergerakan yang tidak besar dapat disertai dengan Range yang relatif sempit. Dengan demikian, Indikator ATR dapat digunakan untuk memvalidasi antusiasme di balik gerakan atau breakout. Sebuah pembalikan bullish yang diikuti oleh kenaikan nilai ATR dapat menunjukkan sebuah tekanan beli yang kuat, dan memperkuat pembalikan tersebut. Sama halnya ketika terjadi breakout pada Support, yang diikuti oleh kenaikan nilai ATR, yang menunjukkan bahwa tekanan jual yang kuat serta memperkuat break support tersebut.


Memahami cara membaca indikator ATR adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menawarkan seperangkat indikator yang berguna, dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Bermain-main di akun demo forex dan perhatikan bagaimana indikator ATR dapat menghasilkan uang banyak untuk anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat sebuah EA Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).

 

Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education

Stop Loss Order - Fixed dan Trailing Stop

Pada beberapa titik selama trading, anda akan memutuskan bahwa ini adalah waktunya untuk mengambil keuntungan, atau jika tren berbalik, untuk memangkas kerugian selagi jumlahnya kecil. Untuk melakukan ini, anda harus menggunakan salah satu posisi exit order. Artikel ini akan menjelaskan tentang cara untuk melindungi dan memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan stop loss order.

Stop Loss Order - Fixed dan Trailing Stop

Source Image By ambrokerindonesia.id

Pada beberapa titik selama trading, anda akan memutuskan bahwa ini adalah waktunya untuk mengambil keuntungan, atau jika tren berbalik, untuk memangkas kerugian selagi jumlahnya kecil. Untuk melakukan ini, anda harus menggunakan salah satu posisi exit order. Artikel ini akan menjelaskan tentang cara untuk melindungi dan memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan stop loss order.


Exit Order: Cara untuk Menutup Posisi

Perbedaan utama di antara keduanya adalah apakah anda akan menutup posisi trading yang rugi demi memangkas kerugian atau menutup posisi yang untung untuk mengambil keuntungan.


Apa itu Trailing Stop Loss

Sesuai dengan namanya, Stop Loss adalah pending order yang secara otomatis akan menutup posisi anda dengan tujuan untuk mencegah kerugian semakin membengkak melebihi jumlah maksimum yang telah anda tentukan sebelumnya. Jumlah maksimum dalam hal ini dapat ditentukan oleh:


Pertimbangan Manajemen Risiko: Harga yang berhasil menembus Support dari beberapa jenis (yang ada seperti yang akan kita lihat nanti) atau indikasi lainnya yang menunjukkan bahwa anda telah salah memperkirakan pergerakan harga.

Pertimbangan Money Management: Anda tidak ingin mengalami kerugian lebih dari 1 hingga 3 persen dari jumlah modal yang ada di akun anda, dan pada posisi apa pun.

 

Ada dua jenis dasar dari Stop Loss Order:


Fixed atau Simple Stop Loss: Sesuai namanya, order ini akan secara otomatis tereksekusi ketika sejumlah kerugian yang telah ditentukan tercapai, atau jika pergerakan harga di pasar berhasil menembusnya, sehingga sejumlah kerugian tersebut tercapai. Setiap platform trading forex yang baik seperti MetaTrader 5 – MT5 akan memungkinkan anda untuk menentukan jumlah kerugian berdasarkan jumlah pip, jumlah dana, atau persentase kerugian dari harga entry anda.

Trailing Stop Loss: Sesuai namanya, Trailing Stop adalah Stop Loss Order yang mengikuti pergerakan harga ketika harga bergerak lebih jauh sesuai keinginan anda, dan akan secara otomatis menutup posisi anda setelah harga dari suatu pasangan mata uang bergerak berlawanan dengan posisi yang anda buka berdasarkan jumlah pip, jumlah dana, atau persentase perubahan harga yang tetap. Dengan demikian, Trailing Stop Loss tidak hanya membatasi kerugian, namun juga dapat mengunci keuntungan posisi trading anda yang untung ketika harga mulai berlawanan dengan posisi yang anda buka, atau dari apa yang anda yakini sebagai pergerakan harga yang secara normal bergerak acak atau “market noise”.

Stop Loss Order merupakan bagian kunci dari manajemen risiko. Kita dapat memasukan Stop Loss Order terlebih dahulu, dan sistem trading kita akan secara otomatis memangkas kerugian yang kita alami. Ini dapat membantu anda untuk menjaga emosi yang muncul saat trading forex.


Untuk ukuran posisi dan leverage tertentu, anda dapat membatasi jumlah kerugian maksimal per transaksi melalui pengaturan Stop Loss. Aturan Stop Loss berikut ini mengasumsikan anda memasuki Support yang kuat karena jika anda tidak, anda seharusnya tidak mempertimbangkan untuk membuka posisi. Jika posisi tersebut bergerak berlawanan, Support terdekat cepat ditembus, dan anda memiliki memiliki sinyal untuk menutup posisi sebelum kerugian yang kecil menjadi lebih besar.


Lanjutkan membaca atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko, dan perhatikan apa itu Trailing Stop dan cara untuk menggunakannya secara langsung.


Di Mana Menempatkan Stop Loss: Dua Kriteria

Saat anda menentukan Stop Loss Order, anda selalu menemukan sebuah keseimbangan antara dua kriteria yang bertentangan:


Harga Stop Loss ditempatkan cukup dekat dengan titik entry, sehingga jika itu tercapai, kerugian yang dialami tidak melebihi 1 hingga 3 persen dari modal akun anda, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Ditempatkan cukup jauh dari titik entry anda, dan tingkat Support yang memungkinkan sehingga tidak terkena pergerakan harga yang secara normal bergerak acak dan menutup posisi anda sebelum harga memiliki waktu untuk bergerak sesuai dengan keinginan anda. Sebaliknya, Stop Loss dalam hal ini hanya akan tercapai jika terjadi pergerakan harga yang cukup besar, yang menunjukkan bahwa anda memang salah dan salah mengetimasikan kekuatan dari zona Support yang ada, sehingga kemungkinan kerugian saat ini lebih memungkinkan daripada yang anda duga. Inilah waktunya untuk menutup posisi sebelum kerugian yang kecil yang masih terjangkau menjadi lebih besar. Ada berbagai cara untuk menentukan pergerakan harga yang normal atau memperkirakan rata-rata pergerakan selama periode tertentu. Beberapa trader mungkin akan menggunakan beberapa cara manual seperti menentukan rata-rata panjang Candlestick selama periode tertentu. Atau mungkin beberapa juga akan menggunakan persentase dari range seperti menggunakan Indikator Average True Range (ATR). Volatilitas harga bervariasi sesuai dengan kondisi pasar, dan timeframes ketika menentukan jarak dari titik entry ke stop loss.

Dilihat dari perspektif yang lain, menentukan Stop Loss berarti menentukan keseimbangan antara:


Kerugian tidak sering, namun jumlahnya besar: Semakin jauh Stop Loss dari titik entry anda, maka semakin besar kerugian dibandingkan keuntungannya. Namun, anda akan memiliki lebih sedikit peluang harga terkena Stop Loss sebelum harga mulai bergerak sesuai dengan keinginan anda (Stopped Out). Keuntungan utama dari pendekatan ini adalah persentase keuntungan yang lebih tinggi (yang mungkin anda butuhkan untuk meningkatkan), setidaknya ketika anda memperkirakan pergerakan harga lebih awal dengan benar. Namun kerugian utamanya adalah bahwa anda memiliki risiko terkena kerugian yang besar, dan keuntungan yang lebih kecil dibandingkan pendekatan berikut ketika menentukan Stop Loss.

Kerugian lebih sering namun jumlahnya lebih kecil: Semakin dekat Stop Loss anda ke titik entry, maka semakin kecil jumlah kerugian dibandingkan keuntungannya. Namun, anda akan memiliki lebih banyak kerugian karena “stopped out” pada posisi yang mungkin sebenarnya menguntungkan, ini karena Stop Loss anda akan lebih sering tercapai sebelum harga memiliki waktu untuk bergerak sesuai keinginan anda.

 

Cara Menggunakan Trailing Stop untuk Melindungi dan Memaksimalkan Keuntungan

Meskipun rencana awal anda adalah untuk keluar dari sekitar Resistance yang memungkinkan, ingatlah bahwa anda memiliki opsi untuk menggunakan Trailing Stop.


Tidak seperti Stop Loss tetap, gunakan Trailing Stop Loss sebisa mungkin karena dapat memberikan anda yang terbaik dari kedua dunia, melindungi dari Stop Loss reguler tanpa batasan titik keluar yang tetap. Hingga harga mengalami retrace dan mencapai batas trailing, posisi tersebut akan terbuka mengikuti tren yang anda buka. Setelah Trailing Stop berada di atas titik entry anda, satu-satunya pertanyaan adalah seberapa banyak anda akan mendapatkan keuntungan. Sebagai bagian dari upaya kami untuk mempertahankan risk-reward yang tinggi, kami mencoba untuk mendapatkan risk reward 1:3 yang lebih baik dari yang kami mampu. Dengan menggunakan Trailing Stop, hal ini memungkinkan kami untuk mendapatkan keuntungan ekstra tersebut. Keuntungan yang besar ini dapat membantu untuk mengkompensasi kerugian trading dan untuk keuntungan di mana anda dipaksa untuk menutup posisi dengan jumlah keuntungan yang kecil demi menghindari kerugian.


Tidak selalu praktis untuk menggunakan Trailing Stop ketika anda memulai trading. Dalam kasus ini, anda cukup mengubah menu Stop Loss ke Trailing Stop Loss ketika transaksi yang anda buka telah bergerak beberapa pip yang menguntungkan, sehingga minimal kerugian anda akan lebih kecil dari Stop Loss tetap awal anda.


ATR Trailing Stop Loss

ATR umumnya digunakan sebagai Trailing Stop Loss. Pada saat trading, lihat nilai ATR saat ini. Tempatkan Stop Loss dengan kelipatan ATR saat ini. Dua adalah kelipatan yang umum, yang artinya adalah anda menempatkan Stop Loss 2 x ATR di bawah harga entry jika membeli, atau 2 x ATR di atas harga entry jika menjual.


Stop Loss hanya bergerak untuk mengurangi risiko atau mengunci keuntungan. Jika membeli, dan harga bergerak dengan baik, terus pindahkan Stop Loss ke 2x ATR di bawah harga. Stop Loss hanya akan bergerak ke atas, bukan ke bawah. Setelah berpindah ke atas, Stop Loss akan tetap di sana hingga harga kembali bergerak naik, atau transaksi tersebut ditutup karena harga turun mencapai level Trailing Stop Loss. Proses yang sama bekerja juga untuk transaksi jual. Yang artinya adalah bahwa Stop Loss hanya akan berpindah ke bawah.


Misalnya, transaksi beli dibuka di $10, dan ATR adalah 0.10. Tempatkan Stop Loss di $9.80. Harga naik menjadi $10.20 dan ATR tetap di 0.10. Stop Loss saat ini akan berpindah ke $10, yaitu 2x ATR di bawah harga saat ini. Ketika harga bergerak hingga $10.50, Stop Loss akan bergerak hingga $10.30, mengunci setidaknya $0.30 keuntungan pada transaksi tersebut.


Lebih Banyak Modal Memungkinkan Kerugian yang Lebih Besar

Akun dengan jumlah modal yang lebih besar berarti:


Anda dapat menempatkan Stop Loss yang cukup lebar untuk menghindari “Stop Out” sebelum waktunya, namun risikonya masih berkisar antara 1 hingga 3 persen dari modal anda, karena anda memiliki modal yang lebih banyak untuk mengambil risiko. Ini berarti ada lebih banyak transaksi yang tersedia untuk dibuka yang memiliki titik entry yang keduanya cukup dengan Support yang kuat serta hanya memiliki risiko sekitar 1 hingga 3 persen dari modal anda.

Anda dapat menetapkan Stop Loss yang lebih lebar yang diperlukan untuk mengikuti tren jangka panjang yang lebih stabil dengan posisi jangka panjang. Seperti disebutkan sebelumnya, pasar forex menghasilkan banyak tren jangka panjang yang stabil. Namun, semakin lama anda membuka posisi, semakin besar perubahan harga normal dan semakin jauh Stop Loss harus ditempatkan dari titik entry anda. Misalnya, suatu pasangan mata uang mungkin memiliki perubahan rata-rata perubahan harga harian sebesar 50 poin, namun rata-rata perubahan harga mingguan atau bulanan bisa berkali-kali lebih besar. Akun dengan jumlah modal yang lebih besar memungkinkan anda untuk menempatkan Stop Loss tersebut cukup jauh dari titik entry anda (tentu saja, di dekat Support yang kuat) untuk mengikuti fluktuasi jangka pendek yang lebih lebar dalam tren jangka panjang yang lebih dapat diprediksi. Singkatnya, akun dengan jumlah modal yang lebih besar memungkinkan anda untuk memiliki pilihan transaksi yang lebih luas dalam jangka waktu berapa pun, dan juga menawarkan lebih banyak peluang untuk mengikuti tren yang paling stabil, dapat diprediksi, dan lebih aman yang menjadi dasar trading berisiko rendah.

 

Tidak mengejutkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ukuran akun dengan jumlah minimum tertentu dapat meningkatkan peluang anda untuk mendapatkan keuntungan.


Stop Loss dan Trailing Stop Adalah

Karena level S/R terjadi pada area atau zona dibandingkan pada titik yang tepat, memilih titik entry, keluar, dan Stop Loss bisa menjadi stres karena anda tidak pernah merasa yakin dengan apa yang anda lakukan. Untuk menurunkan risiko dan tingkat stres, banyak orang merasa untuk melakukan entry dan keluar dari sebuah posisi secara bertahap.


Sebagai contoh, jika posisi yang anda rencanakan adalah sebesar dua lot akun mini, anda bisa mengambil keuntungan pada satu lot dengan harga yang lebih konservatif, dan memutuskan untuk menggunakan Trailing Stop Loss pada lot sisanya. Jika Trailing Stop Loss anda ditetapkan untuk memicu posisi yang tidak lebih buruk dibandingkan titik keluar pertama anda, anda setidaknya telah mengunci laba yang lebih kecil sebagai skenario terburuk. Titik keluar ini setidaknya akan menghasilkan keuntungan sesuai dengan kerugian yang dialami pada lot pertama, sehingga memungkinkan anda untuk menetapkan risk:reward ratio 1:1 pada lot tersebut. Jika harga terus bergerak lebih tinggi, lot kedua dapat memberikan anda keuntungan tambahan meskipun tidak sebanyak jika anda membiarkan kedua lot berjalan menggunakan Trailing Stop ketika keluar pertama. Keamanan yang didapatkan biasanya datang dengan biaya pengembalian yang lebih rendah. Mengambil keuntungan secara parsial tidak hanya mengurangi tingkat stres, namun ini juga dapat membantu anda untuk membangun kepercayaan diri ketika anda belajar trading forex untuk pemula dan menemukan metode serta gaya yang cocok untuk anda.


Tidak seperti broker saham, biaya yang dikenakan oleh broker forex didasarkan pada spread (jumlah pip antara bid dan ask). Ini berarti bahwa broker forex menghasilkan uang dari volume trading anda (jumlah mata uang yang anda transaksikan) dibandingkan frekuensi trading, sehingga anda tidak perlu membayar berlebihan untuk menutup dan membuka posisi secara parsial. Seberapa sering anda menggunakan ini akan sangat bergantung pada kepercayaan diri anda terkait titik exit atau entry tertentu. Saat anda sangat percaya diri terhadap trading, anda cenderung membuka posisi secara penuh, dan membukanya hingga pergerakan harga benar-benar mencapai titik exit yang telah direncanakan.


Memahami Stop Loss dan Trailing Stop adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, Platform MetaTrader 5 – Download MT5 – menawarkan 6 tipe order. Lebih dari itu, trainer kami juga dapat memberikan anda panduan yang tepat. Mulai bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana Stop Loss dan Trailing Stop dapat melindungi dan memaksimalkan keuntungan.


Anda dapat membuat sebuah EA Trailing Stop menggunakan Forex Robot Generator (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education

Apa itu Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, Sell Stop

Banyak trader forex, terutama mereka yang baru mengenal pasar forex, sama sekali tidak menyadari bahwa ada berbagai jenis order. Jadi sederhananya mereka hanya memanggil broker mereka, dan mengatakan kepadanya bahwa mereka ingin membeli pasangan mata uang tertentu, emas, minyak, atau dow jones. Dan apa masalah dengan itu?

Apa itu Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, Sell Stop

Source Image By ambrokerindonesia.id

Banyak trader forex, terutama mereka yang baru mengenal pasar forex, sama sekali tidak menyadari bahwa ada berbagai jenis order. Jadi sederhananya mereka hanya memanggil broker mereka, dan mengatakan kepadanya bahwa mereka ingin membeli pasangan mata uang tertentu, emas, minyak, atau dow jones. Dan apa masalah dengan itu?


Terkecuali jika anda menyebutkan harga tertentu, anda meberikan izin kepada broker anda untuk mengisi order dengan harga berapapun.


Hal baiknya adalah bahwa order anda akan dipenuhi selama terdapat aktivitas perdagangan – yang berarti terdapat pembeli dan penjual yang bertransaksi di pasar.


Namun, harga itulah yang menjadi masalahnya.


Apakah anda akan pergi ke toko favorit anda dan memberitahu wiraniaga bahwa anda akan mengambil jeans itu dengan harga berapa pun atau pergi ke pompa bensin untuk mengisi apa pun yang diinginkan oleh mereka? Tidak mungkin – anda tidak ingin ditipu.


Tapi ini tepatnya merupakan risiko yang anda ambil di pasar forex jika anda tidak memberi tahu broker anda apa yang ingin anda transaksikan. Misalnya, “Saya ingin membeli 1 lot Forex EURUSD namun tidak ingin membelinya di harga yang lebih dari 1.2240 USD untuk 1 EUR”.


Melakukan hal tersebut dapat menghilangkan keuntungan yang ada kepada trader yang jauh lebih besar yang menahan sebagian besar investor karena kemurahan pasar. Ini juga dapat menghilangkan ancaman bahwa harga dimainkan oleh hedge funds, market makers yang tidak bermoral, serta trader institusional yang akan memaksa anda untuk membeli saham anda lebih mahal dari yang seharusnya.


Mari kita jelaskan jenis-jenis entry order dan perbedaan antara limit order (buy limit, sell limit) dan stop order (buy stop, sell stop).


Entry Order – Membuka Posisi

Tidak seperti market order (order untuk membeli atau menjual segera di harga saat ini), entry order (atau entry limit order) adalah pending order yang dilakukan terlebih dahulu untuk membuka sebuah posisi baru di harga di masa yang akan datang yang dianggap oleh trader lebih menguntungkan dibandingkan dengan harga saat ini. Ini akan dieksekusi secara otomatis dan tidak memerlukan tindakan apa pun dari trader pada saat tersebut. Melakukan entry lebih awal sangat berguna karena dua alasan:


Anda dapat membuka order ini dengan nyaman, kapan pun anda memiliki waktu. Ini penting bagi mereka yang memiliki waktu luang untuk melakukan trading yang terbatas, namun ingin membuka order pada level harga tertentu atau yang lebih baik. Ini merupakan fitur penting, bahkan bagi trader penuh waktu (terlebih bagi mereka yang memiliki pekerjaan dan kehidupan di luar trading) karena mereka tidak tersedia 24 jam sehari.

Ini dapat menghilangkan emosi dari keputusan entry, dan itu adalah merupakan teman yang sangat penting. Seperti hanya minum dan mengemudi, trading forex dan emosi tidak jangan disatukan. Ketika dilakukan, anda berisiko menjadi penghancur jalan. Hanya sedikit yang bisa menghindari ketakutan atau keserakahan saat trading real-time dengan uang yang dipertaruhkan. Anda ingin melakukan analisis anda dan secara objektif memilih titik entry yang terisolasi dari tarikan rasa takut atau keserakahan yang mungkin membuat orang ragu untuk mengambil kesempatan. Anda tidak ingin terjun ketika terlambat atau terlalu dini.

 

KUNCI PEMBELAJARAN


Limit order terlihat oleh pasar dan menginstruksikan broker anda untuk memenuhi order beli atau jual anda dengan harga tertentu atau yang lebih baik.

Stop order tidak terlihat oleh pasar dan akan mengaktifkan limit order setelah harga stop terpenuhi.

Stop order menghindari risiko tidak terpenuhi atau terpenuhi secara sebagian, namun karena ini adalah market oder, anda mungkin akan memiliki order yang terpenuhi dengan harga yang jauh lebih buruk daripada yang anda harapkan.

 

Lanjutkan membaca atau bermain di akun demo forex bebas risiko dan uji order seperti sell limit, buy limit, sell stop, dan buy stop secara real-time.


Tipe Order Beli Pasangan Mata Uang

Buy Limit Adalah


Definisi Buy Limit – Buy Limit adalah entry order untuk membeli suatu pasangan mata uang di harga yang akan datang, dan di bawah harga saat ini, yang biasanya digunakan oleh bargain hunters yang ingin membeli pada harga pullback karena memandang bahwa harga telah berada pada atau dekat level yang berfungsi sebagai dasar atau support dalam kerangka waktu yang dipilih, baik itu satu jam, hari, minggu, bulan, tahun, atau lebih lama. Mereka berusaha membeli serendah mungkin, dan menjual lebih tinggi. Mereka sebanding dengan value buyers di pasar saham.


Buy Stop Adalah


Definisi Buy Stop – Buy Stop adalah entry order untuk membeli di harga yang akan datang di atas harga saat ini, yang biasanya digunakan oleh trader yang percaya bahwa begitu harga menembus di atas tingkat harga tertentu yang berfungsi sebagai level resistance di masa lalu, harga akan terus lanjut bergerak lebih tinggi. Tujuan mereka adalah untuk membeli ketika harga mulai bergerak lebih tinggi secara berkelanjutan. Mereka sebanding dengan momentum buyers.


Tipe Order Jual Pasangan Mata Uang

Karena mata uang diperdagangkan berpasangan, anda akan selalu membeli satu mata uang, dan menjual mata uang lainnya. Ketika anda menjual suatu pasangan mata uang, maka anda juga membeli mata uang counter (mata uang yang berada di sebelah kanan) dan membayarnya dengan menjual mata uang dasar. Tidak ada batasan untuk menjual pasangan mata uang, karena menjual dan membeli suatu pasangan mata uang pada dasarnya adalah jenis transaksi yang sama. Trading forex melibatkan melibatkan satu setengah dari pasangan mata uang, dan menjual yang lain untuk membayarnya, terlepas dari denominasi mata uang akun yang anda gunakan.


Sell Limit Adalah


Definisi Sell Limit – Sell Limit adalah entry order untuk menjual suatu pasangan mata uang di harga yang akan datang dan di atas harga saat ini, yang biasanya digunakan oleh bargain hunters yang ingin menjual pada apa yang mereka yakini berada pada atau dekat dengan level harga yang berfungsi sebagai resistance dalam kerangka waktu yang dipilih. Mereka percaya bahwa di sekitar level harga ini, pasangan mata uang tersebut akan mulai turun. Mereka berharap untuk menjual tinggi dan membeli di harga yang rendah. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, sebenarnya yang mereka lakukan adalah mencoba membeli suatu pasangan mata uang counter dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan mata uang dasarnya, dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan keuntungan dengan harga yang relatif lebih tinggi terhadap mata uang dasar.


Sell Stop Adalah


Definisi Sell Stop – Sell Stop adalah entry order untuk menjual di bawah harga saat ini, yang biasanya digunakan oleh penjual dengan tipe momentum, yakni mereka yang percaya bahwa begitu suatu pasangan mata uang menembus ke bawah harga yang berfungsi sebagai support di masa lalu, maka pasangan mata uang tersebut akan bergerak turun lebih lanjut.


Gabungan Stop dan Limit Order

Buy Stop Limit


Definisi Buy Stop Limit – Tipe ini menggabungkan dua tipe pertama sebagai stop order untuk menempatkan Buy Limit. Segera setelah harga Ask di masa yang akan datang mencapai level Stop yang ditunjukkan dalam order (bidang harga), order Buy Limit akan ditempatkan pada tingkat, yang ditentukan pada bidang harga Stop Limit. Level stop akan ditetapkan di atas harga Ask saat ini, sementara harga Stop Limit akan ditempatkan di bawah level stop.


Sell Stop Limit


Definisi Sell Stop Limit – Ini adalah tipe stop order untuk menempatkan Sell Limit. Segera setelah harga Bid di masa yang akan datang menyentuh stop-level yang ditunjukkan dalam order (bidang harga), sebuah order Sell Limit akan ditempatkan pada level tersebut, yang ditentukan dalam bidang harga Stop Limit. Stop Levelnya akan ditetapkan di bawah harga Bid saat ini, sementara harga Stop Limit akan ditempatkan di atas level Stop.


KUNCI PEMBELAJARAN


Untuk transaksi pada Bursa Saham, Bursa Berjangka, dan Futures Forts, semua jenis pending order (buy limit, sell limit, buy stop, sell stop) akan terpicu sesuai dengan harga terakhir (harga dari kesepakatan yang dieksekusi terakhir). Dengan kata lain, sebuah order akan terpicu ketika harga terakhir menyentuh harga yang telah ditentukan dalam order. Namun perhatikan bahwa pembelian atau penjualan terpicu akibat suatu order yang selalu dilakukan oleh harga Bid dan Ask.

Dalam mode eksekusi Bursa, harga yang ditentukan ketika menempatkan limit order tidak diverifikasi. Ini bisa ditentukan di atas harga Ask (untuk order Buy Limit) dan di bawah harga Bid (untuk order Sell Limit). Ketika menempatkan order dengan harga yang seperti itu, maka itu akan segera terpicu dan berubah menjadi harga pasar. Namun, tidak seperti market order di mana trader setuju untuk melakukan transaksi di harga pasar saat ini yang tidak ditentukan, pending order akan dieksekusi pada harga yang tidak lebih buruk dari yang ditentukan.

Jika operasi pasar yang yang tepat tidak dapat tereksekusi ketika pending order terpicu (mis. Tidak memiliki margin yang cukup), pending order akan dibatalkan dan dipindahkan ke history dengan status Ditolak.

 

Script Pending Order

Limit order (buy limit, sell limit) hampir selalu merupakan cara terbaik utuk trading, dan bukan stop order (buy stop, sell stop).


Dengan hanya menambahkan harga ke dalam order, beberapa hal terjadi:


Order akan dialihkan ke limit order book, sehingga dapat diketahui dan semua orang melihatnya.

Order akan dijamin untuk terpenuhi pada harga tertentu yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga anda akan tahu persis berapa harga yang akan anda dapatkan.

 

Risikonya adalah bahwa order anda mungkin tidak tercapai pada pasar yang bergerak cepat karena limit order tidak lagi berlaku.


Jadi, berikut adalah Kunci Pembelajarannya:


Order adalah seperti alat: Anda menginginkan yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Market Order membuat anda bergantung pada pasar dan trader yang lebih besar karena anda tidak memiliki kendali atas harga yang akan anda dapatkan.

Cara yang sederhana, dan mudah digunakan di sekitar ini adalah dengan menggunakan “sell limit”, “buy limit”, atau order yang dapat menentukan seberapa banyak atau seberapa kecil uang yang anda ingin bayarkan… sebelumnya. Entah anda mendapatkan harga itu, atau posisi tersebut tidak akan terbuka.

 

Jelas, kita baru saja mempelajari hal dasar di sini – ada banyak jenis order seperti ada beberapa cara untuk menyajikan kopi di Starbucks.


Anda dapat mengotomatiskan entry order dengan membuat ‘script pending order buy stop sell stop’ dalam beberapa klik, tanpa perlu menulis kode menggunakan forex robot builder canggih, sehingga anda dapat menghasilkan sebuah EA pending order.


Sementara itu, kami ingin anda terbiasa untuk menentukan harga setiap kali anda menempatkan order.


Dengan begitu anda akan trading dengan persyaratan anda, dan dengan melakukannya, secara dramatis dapat meningkatkan potensi keuntungan anda.


Exit Order (Stop Loss dan Trailing Stop atau Take Profit) akan dijelaskan secara rinci pada artikel kami selanjutnya tentang Fixed dan Trailing Stop Order.


Memahami bagaimana entry order (buy limit, sell limit, buy stop, sell stop) bekerja adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 – Download MT5 - menawarkan 6 jenis pending order, dan trainer kami dapat memberikan anda panduan yang tepat. Bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana limit order dapat menghasilkan uang banyak bagi anda.


Anda dapat menguji strategi secara otomatis menggunakan berbagai jenis order dengan membuat sebuah Robot Forex di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education

Sinyal Trading Bullish Divergence dan Bearish Divergence

Biasanya, anda akan mencari petunjuk untuk mengambil keputusan dengan menggunakan indikator dan price action. Adapun salah satu sinyal trading yang paling berguna yang menggabungkan analisis price action dengan penggunaan indikator adalah sinyal Divergence, dan itulah yang akan kita bahas pada artikel ini.

Sinyal Trading Bullish Divergence dan Bearish Divergence

Source Image By ambrokerindonesia.id

Biasanya, anda akan mencari petunjuk untuk mengambil keputusan dengan menggunakan indikator dan price action. Adapun salah satu sinyal trading yang paling berguna yang menggabungkan analisis price action dengan penggunaan indikator adalah sinyal Divergence, dan itulah yang akan kita bahas pada artikel ini.


Bullish Divergence vs Bearish Divergence

Bullish Divergence pada dasarnya adalah kebalikan dari sinyal Bearish Divergence. Meskipun strategi ini mudah digunakan dan informasinya umum, Oscillator Trading cenderung agak disalahpahami dalam industri trading forex, hingga banyak dari trader menganggap adanya hubungan yang dekat antara indikator forex berjenis ini dengan momentum. Meski demikian, pada tingkat yang paling mendasar, momentum sebenarnya merupakan sarana untuk menilai tingkat relatif dari kerakusan atau ketakutan di pasar pada titik waktu tertentu.


Oscillator sangat berguna dan dapat mengeluarkan sinyal trading yang paling valid ketika menunjukkan adanya perbedaan dengan harga. Bullish Divergence terjadi ketika harga turun ke level terendah baru, sementara Oscillator gagal mencapai level terendah yang baru. Situasi ini menunjukkan bahwa tren bearish kehilangan kekuatan, dan tren bullish bersiap untuk kembali mengendalikan pasar – Bullish Divergence seringkali menandai akhir dari tren turun.


Bearish Divergence mengindikasikan potensi turun ketika harga naik ke level tertinggi baru, sementara Oscillator gagal untuk mencapai level tertinggi baru. Dalam situasi ini, tren bullish kehilangan kekuatannya di pasar forex, harga naik hanya karena inersia, dan tren bearish siap untuk mengambil alih kendali.


Anda dapat menguji sinyal trading dari Bullish Divergence dan Bearish Divergence dengan membuat sebuah Expert Advisor menggunakan Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


Tingkatan Divergence Trading

Divergence, baik yang bersifat bullish atau bearish, telah diklasifikasikan berdasarkan tingkat kekuatannya. Divergence yang paling kuat adalah Divergence Tingkat A; yang tidak terlalu kuat adalah Divergence Tingkat B; dan Divergence yang paling lemah adalah Divergence Tingkat C. Peluang trading terbaik ditunjukkan oleh Divergence Tingkat A, sementara Divergence Tingkat B dan C menunjukkan adanya fluktuasi price action dan umumnya harus diabaikan.


Trading Bearish Divergence Tingkat A terjadi ketika harga naik ke posisi tertinggi yang baru, namun Oscillator hanya dapat mencapai posisi tertinggi yang lebih rendah dari yang ditunjukkan reli sebelumnya. Bearish Divergence Tingkat A seringkali menandakan sebuah pembalikan yang tajam dan signifikan menuju tren turun. Sementara Bullish Divergence Tingkat A terjadi ketika harga mencapai titik terendah baru, namun Oscillator mencapai titik terendah yang lebih tinggi dari yang dicapai selama tren turun sebelumnya. Bullish Divergence Tingkat A seringkali merupakan sinyal terbaik yang menandakan akan terjadinya kenaikan tajam.


Trading Bearish Divergence Tingkat B digambarkan oleh harga yang membentuk Double Top, di mana Oscillator mencapai tertinggi top kedua yang lebih rendah. Bullish Divergence Tingkat B terjadi ketika harga membentuk Double Bottom, di mana Oscillator mencapai bottom kedua yang lebih tinggi.


Trading Bearish Divergence Tingkat C terjadi ketika harga naik ke level tertinggi yang baru, namun indikator berhenti pada level yang sama dengan yang dicapai selama reli sebelumnya. Trading Bearish Divergence Tingkat C terjadi ketika harga turun ke level terendah baru, sementara indikator membentuk Double Bottom. Bearish Divergence Tingkat C merupakan indikasi dari pasar yang stagnan – yakni ketika tren bullish dan bearish tidak menjadi kuat ataupun tidak menjadi lemah.


Contoh Bullish Divergence dan Bearish Divergence

Dengan Divergence, trader dapat mengidentifikasi titik yang cenderung tepat di mana momentum pasar diperkirakan berubah arah. Namun selain saat yang tepat tersebut, anda juga harus memastikan kecepatan di mana anda harus mendekati potensi perubahan momentum. Tren pasar dapat lebih cepat, lebih lambat atau bertahan dengan kecepatan yang stabil. Indikator utama yang dapat anda gunakan untuk memastikan kecepatan ini adalah:


Stochastic Oscillator

Indikator MACD

Indikator RSI

 

Stochastic Divergence 

Momentum Oscillator biasanya bergerak ke arah yang sama dengan harga. Namun, karena Momentum Oscillator tidak hanya mengukur arah perubahan harga, namun juga tingkat perubahan harga, arahnya akan meyimpang dari arah harga aset tersebut jika laju perubahan harganya melambat. Dengan kata lain, ketika harga bergerak lebih tinggi atau lebih rendah, begitu pola Oscillator. Namun, ketika kecepatan tren tersebut melambat, arah Momentum Oscillator akan mulai menyimpang dari harga. Stochastic Divergence dapat menjadi indikator utama yang berguna untuk mengidentifikasi kemungkinan pembalikan tren. Sebagai contoh, momentum yang melambat, sebagaimana tercermin dalam Divergence, menunjukkan kemungkinan akan terjadinya pembalikan tren.


Berikut ini beberapa penjelasan tentang Bullish Divergence:


Garis A dan A1: Ini adalah contoh tentang bagaimana Oscillator biasanya bergerak ke arah yang sama dengan harga, dalam hal ini mencerminkan momentum penurunan yang sama.


Garis A dan A2: Meskipun USDCAD bergerak turun, garis A2 menunjukkan bagaimana Stochastic Oscillator mengindikasikan akan terjadi pembalikan, karena terdapat peningkatan momentum bullish (atau memudarnya momentum bearish). Dengan kata lain, harga selama periode yang digunakan baru-baru ini bergerak naik, dan karenanya tren naik dalam Stochastic memperkirakan akan terjadi tren naik.


Garis B dan B2: Sekali lagi, sementara USDCAD bergerak naik, momentum gerakan selama periode yang digunakan melemah; karenanya, sementara pasangan mata uang tersebut terus bergerak naik, Stochastic menunjukkan sebuah tren turun, dan memperkirakan akan terjadi pembalikan.


RSI Divergence

Divergence memberikan sinyal potensi pembalikan karena momentum arahnya tidak mengkonfirmasi harga. Sebuah Bullish Divergence terjadi ketika harga suatu aset membentuk lower low dan RSI membentuk higher low. RSI tidak mengkonfirmasi lower low, dan ini menunjukkan adanya penguatan momentum. Bearish Divergence terbentuk ketika harga suatu aset membentuk higher high dan RSI membentuk lower high. RSI tidak mengkonfirmasi level tertinggi yang baru ini, dan ini menunjukkan bahwa momentumnya melemah. Grafik di bawah ini akan menunjukkan Bearish RSI Divergence pada Agustus-Oktober. Saham bergerak ke ke level tertinggi baru pada September-Oktober, namun RSI membentuk lower high yang mengindikasikan Bearish Divergence. Lalu berikutnya pada pertengahan Oktober mengkonfirmasi pelemahan momentum.


Bullish Divergence terbentuk pada Januari-Maret. Bullish Divergence terbentuk di mana eBay bergerak lebih rendah pada Maret, dan RSI bertahan di atas level terendah sebelumnya. RSI mencerminkan momentum penurunan yang lebih sedikit selama Februari-Maret. Breakout yang terjadi pada pertengah Maret mengkonfirmasi peningkatan momentum. Divergence cenderung lebih kuat ketika terbentuk setelah mengalami overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).


Sebelum menjadi terlalu bersemangat terhadap Divergence yang merupakan sinyal trading yang baik, perlu anda catat bahwa Divergence Forex dapat menjadi tidak berguna dalam sebuah tren yang kuat. Tren naik yang kuat dapat menunjukkan banyak Bearish Divergence hingga sebelum puncak tertinggi benar-benar tercapai. Sebaliknya, Bullish Divergence dapat muncul dalam tren turun yang kuat – namun tren turun berlanjut. Grafik di bawah ini menunjukkan Indeks Saham S&P 500 dengan tiga bearish divergence dan tren naik yang berkelanjutan. Bearish divergence ini mungkin tampak telah mengindikasikan pelemahan tren dalam jangka pendek, namun jelas di sana bahwa tidak ada terjadi sebuah pembalikan tren utama.


MACD Divergence

Divergence terbentuk ketika MACD menyimpang dari pergerakan harga suatu aset. Bullish Divergence terbentuk ketika harga mencatatkan lower low dan MACD membentuk higher low. Lower low yang terbentuk dalam harga menegaskan tren turun saat ini, tetapi higher low pada MACD menunjukkan momentum turun yang sedikit. Meskipun turun, momentum penurunannya masih melampaui momentum naik selama MACD tetap berada di wilayah negatif. Melambatnya momentum penurunan terkadang juga dapat menandakan pembalikan tren atau reli yang cukup besar.


Bearish Divergence terbentuk ketika harga suatu aset membentuk higher high, dan garis MACD membentuk lower high. Higher high pada harga suatu aset adalah normal ketika tren naik, namun lower high dalam MACD mengindikasikan adanya penurunan momentum kenaikan. Meskipun momentum naik mungkin lebih sedikit, momentum naiknya masih melebihi momentum penurunan selama MACD positif. Pergerakan momentum naik terkadang bisa memberikan tanda adanya pembalikan tren atau penurunan yang cukup besar.


Divergence Forex harus dilakukan secara hati-hati. Bearish Divergence adalah hal biasa dalam tren naik yang kuat, sementara Bullish Divergence sering terjadi dalam tren turun yang kuat. Ya, anda membacanya dengan benar. Tren naik sering dimulai dengan kenaikan yang kuat, yang menghasilkan lonjakan momentum naik (MACD). Meskipun tren naik berlanjut, kecepatannya lebih lambat sehingga menyebabkan MACD turun dari level tertinggi. Momentum naik mungkin tidak sekuat, tetapi akan terus melebihi momentum penurunan selama garis MACD berada di atas nol. Kebalikannya terjadi pada awal tren turun yang kuat.


Memahami Divergence trading adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, platform MetaTrader 5 AM Broker menawarkan toolkit Oscillator dan trainer kami juga dapat memberikan anda panduan yang tepat. Mulai bermain dengan akun demo forex, dan perhatikan bagaimana Divergence Stochastic, Divergence RSI, dan Divergence MACD dapat menghasilkan uang banyak untuk anda.


Anda dapat menguji sinyal trading Bearish Divergence dan Bullish Divergence dengan membuat sebuah EA Forex menggunakan Expert Advisor Generator yang kami sediakan (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai


Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education

Harmonic Pattern Dalam Trading Forex

Harmonic Pattern membawa pola harga geometris ke tingkat selanjutnya dengan menggunakan Fibonacci Retracement untuk menentukan titik pembalikan yang tepat. Tidak seperti metode trading yang umum lainnya, Harmonic trading mencoba untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Mari kita lihat beberapa contoh Harmonic Pattern, seperti Gartley, Butterfly, Bat, Crab, dan Shark digunakan dalam trading.

Harmonic Pattern Dalam Trading Forex

Source Image By ambrokerindonesia.id

Harmonic Pattern membawa pola harga geometris ke tingkat selanjutnya dengan menggunakan Fibonacci Retracement untuk menentukan titik pembalikan yang tepat. Tidak seperti metode trading yang umum lainnya, Harmonic trading mencoba untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Mari kita lihat beberapa contoh Harmonic Pattern, seperti Gartley, Butterfly, Bat, Crab, dan Shark digunakan dalam trading.


Geometri Harmonic Pattern

Harmonic Pattern membuat sebuah struktur pola geometris (retracement dan proyeksi swing/leg) dengan menggunakan deret Fibonacci. Struktur Harmonic tersebut diidentifikasi sebagai sebuah pola yang ditentukan (harmonik) sehingga dapat memberikan trader sebuah peluang yang unik, seperti potensi pergerakan harga dan kunci titik balik atau titik pembalikan tren. Faktor ini menambah keunggulan bagi para trader karena Harmonic Pattern berupaya memberikan informasi yang sangat dapat dipercaya untuk entry harga, stop, dan informasi target. Ini adalah mungkin perbedaan utamanya dengan indikator/oscillator lain dan cara kerjanya.


Ada banyak artikel tentang Fibonacci dan teori tentang bagaimana angka-angka ini ada di dalam dan di dunia keuangan. Untuk lebih jelasnya, anda dapat membaca artikel kami tentang “Apa itu Fibonacci” dan “Trading dengan Fibonacci Retracement”.


Grafik di bawah ini akan menggambarkan bagaimana rasio Fibonacci digunakan untuk menerapkan Retracement, Extension, Proyeksi, dan Expansion Swing.


Tipe Dari Harmonic Pattern

Ada berbagai macam Harmonic Pattern, namun ada lima yang tampak paling populer. Di antaranya adalah:


Gartley pattern 

Butterfly pattern 

Bat pattern 

Crab pattern

Shark pattern

Anda dapat menguji sinyal trading Harmonic Pattern dengan membuat EA Forex menggunakan Expert Advisor Generator (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


Gartley Pattern

Bullish Gartley Pattern seringkali terlihat di awal tren, dan itu adalah pertanda bahwa wave koreksi berakhir dan pergerakan naik akan terjadi setelah titik D.


Berikut adalah cara untuk membaca Gartley Pattern. Di sini kita akan menggunakan contoh bullish. Harga bergerak ke A, kemudian terkoreksi ke, dan B adalah retracement 0.618 dari wave A. Harga bergerak naik melalui BC, dan merupakan retracement 0.382 hingga 0.886 dari AB. Langkah selanjutnya adalah turun melalui CD, yang merupakan extension 1.13 hingga 1.618 dari AB. Titik D adalah retracement 0.786 dari XA. Banyak trader juga mencari CD dengan extension 1.27 hingga 1.618 dari AB.


Area D dikenal sebagai Potential Reversal Zone (PRZ). Di sinilah posisi beli bisa dilakukan, meskipun anda juga mungkin perlu menunggu beberapa konfirmasi untuk memastikan bahwa harga akan mulai bergerak naik. Stop Loss dapat ditempatkan tidak jauh di bawah entry. Meski demikian, pada bagian selanjutnya, kita juga akan membahas taktik Stop Loss tambahan yang bisa anda terapkan.


Untuk Bearish Gartley Pattern, buka posisi jual di sekitar D, dengan Stop Loss tidak jauh di atasnya.


Butterfly Pattern

Butterfly Pattern berbeda dengan Gartley Pattern karena Butterfly memiliki titik D yang melampaui titik X.


Di sini kita akan melihat Butterfly Pattern untuk membongkar angka-angkanya. Harga turun ke A. Wave atas AB adalah 0.786 yang merupakan retracement dari XA. BC adalah retracement 0.382 hingga 0.886 dari AB. CD adalah extension dari AB 1.618 hingga 2.24. D adalah extension 1.27 dari wave XA. D adalah area untuk mempertimbangkan posisi jual, meskipun mungkin anda juga perlu menunggu beberapa konfirmasi harga, di mana dianjurkan untuk menunggu harga turun terlebih dahulu. Tempatkan Stop Loss tidak jauh di atasnya.


Terkait dengan semua Butterfly Pattern ini, beberapa trader mencari rasio antara angka yang disebutkan, sementara lainnya mencari satu atau yang lainnya. Sebagai contoh, di atas disebutkan bahwa CD adalah extension dari 1.618 hingga 2.24 dari AB. Beberapa trader hanya akan memilih 1.618 atau 2.24, dan mengabaikan angka di antaranya terkecuali mereka sangat dekat dengan angka-angka tertentu.


Bat Pattern

Tampilan Bat Pattern tampak seperti sama dengan Gartley Pattern, namun berbeda dalam pengukurannya.


Mari kita lihat contoh bullish. Ada kenaikan melalui XA. B mengalami retrace ke 0.382 hingga 0.5 dari XA. BC terkoreksi kembali ke 0.382 hingga 0.886 dari AB. CD adalah extension dari 1.618 hingga 2.618 dari AB. D berada pada retracement 0.886 dari XA. D adalah area yang harus dicari untuk menentukan titik beli, meskipun perlu menunggu harga mulai naik sebelum melakukannya. Stop Loss dapat ditempatkan tidak jauh di bawahnya.


Untuk pola bearish, lihat ke sekitar D, dengan Stop Loss tidak jauh di atasnya.


Crab Pattern

Crab pattern dianggap sebagai salah satu Harmonic Pattern yang paling akurat, karena menyediakan pembalikan dalam jarak yang sangat dekat apa yang ditunjukkan oleh angka-angka Fibonacci.


Pola ini mirip dengan Butterfly Pattern, namun memiliki pengukuran yang berbeda.


Dalam pola bullish, titik B akan mengalami pullback ke 0.382 hingga 0.618 dari XA. BC akan mengalami retrace ke 0.382 hingga 0.886 dari AB. CD adalah extension 2.618 hingga 3.618 dari AB. Titik D adalah extension 1.618 dari XA. Buka posisi beli di sekitar D, dengan Stop Loss yang tidak begitu jauh di bawahnya.


Untuk Bearish Crab Pattern, buka posisi jual di sekitar D, dengan Stop Loss tidak jauh di atasnya.


Shark Pattern

Shark Pattern adalah merupakan Harmonic Pattern terbaru. Pola ini memiliki formasi yang unik, yang disebut dengan Extreme Harmonic Impulse Wave yang melakukan retest Support/Resistance yang ditentukan saat mengalami konvergen ke area retracement 0.886 – extension 1.13.


Dalam semua kasus, titik penyelesaian harus mencakup Support/Retracement 88.6% yang kuat sebagai persyaratan minimum. Selain itu, Extreme Harmonic Impulse Wave yang unik menetapkan extension 1.618 sebagai persyaratan minimum. Kombinasi hal ini dengan retracement 88.6% mendefinisikan sebuah struktur unik yang memiliki dua langkah pengukuran Harmonic Pattern yang mendalam untuk menentukan level minimum. Dalam banyak kasus juga, price action akan mengalami retest ke titik awal Shark Pattern dan mengindikasikan sebuah peluang yang bagus untuk mengambil keuntungan dari pasar forex yang telah bergerak terlalu cepat dalam periode waktu terbatas.


Contoh dari Harmonic Pattern

Gartley Pattern yang ditunjukkan di bawah ini merupakan pola bullish 5 titik. Pola-pola ini menyerupai pola “M” atau “W” dan digambarkan oleh 5 titik Pivot Point. Gartley Pattern digambarkan oleh dua kaki retracement dan 2 kaki impulse swing, sehingga membentuk sebuah pola 5 titik. Semua swing ini saling terkait dan berhubungan dengan rasio Fibonacci. Pusat (mata) dari pola ini adalah titik “B”, yang mendefinisikan pola, sedangkan “D” adalah titik aksi atau pemicu di mana posisi akan dibuka. Gartley Pattern menunjukkan titik entry, stop, level target dari level “D”.


Grafik berikut menunjukkan Harmonic Pattern 5 titik lainnya, Bearish Butterfly Pattern. Butterfly Pattern ini mirip dengan Gartley Pattern 5 titik di atas, namun terbalik. Di sini polanya adalah “W” – yang terbentuk dengan “B” sebagai pusat (mata) dari pola. Pola ini menunjukkan level entry, stop, dan level target dari level “D” menggunakan kaki “XA”.


Mengidentifikasi Harmonic Pattern

Harmonic Pattern dalam trading forex dan trading saham bisa menjadi sebuah hal yang agak sulit untuk dikenali dengan mata telanjang. Namun, begitu seorang trader memahami struktur polanya, maka Harmonic Pattern dapat dengan mudah dilihat oleh tools Fibonacci. Harmonic Pattern adalah sebuah pola dengan 5 titik (Gartley, Butterfly, Crab, Bat, Shark). Pola-pola ini memiliki 3-titik (ABC) atau 4-titik (ABCD). Semua perubahan harga yang terjadi di antara titik-titik ini saling terkait dan memilliki rasio Harmonic berdasarkan Fibonacci. Pola-pola tersebut dapat dikatakan telah terbentuk jika telah membentuk sebuah struktur berbentuk “M” – atau “W” – atau juga kombinasi dari “M” dan “W”, dalam kasus 3-drive. Harmonic Pattern (5 titik) memiliki awal kritis (X) yang diikuti oleh sebuah impulse wave (XA) dan diikuti oleh corrective wave untuk membentuk “MATA” di (B) yang melengkapi kaki AB. Kemudian diikuti oleh trend wave (BC) dan akhirnya juga dilengkapi dengan kaki corrective (CD). Rasio kritis Harmonic antara kaki-kaki ini akan menentukan apakah suatu pola merupakan pula berbasis extension, serta namanya (Gartley, Butterfly, Crab, Bat, Shark) Salah satu poin penting yang harus diingat adalah bahwa semua Harmonic Pattern 5 titik dan 4 titik memiliki pola ACD (3 titik).


Semua Harmonic Pattern 5 titik (Gartley, Butterfly, Crab, Bat, Shark) memiliki prinsip dan struktur yang serupa. Meskipun memiliki rasio dan panjang kaki, juga lokai kunci (X, A, B, C, D) yang berbeda, setelah anda memahami satu pola, maka akan relatif lebih mudah bagi anda untuk memahami yang lainnya. Akan dapat membantu trader jika menggunakan software automated pattern recognition untuk mengidentifikasi pola-pola ini, dibandingkan menggunakan mata telanjang untuk menemukan atau memaksakan polanya.


Memahami cara mengidentifikasi Harmonic Pattern adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, platform MT5 menawarkan toolkit Fibonacci yang berguna. Lebih dari itu, trainer kami juga dapat memberikan anda sebuah panduan yang tepat. Buka akun forex dan perhatikan bagaimana Gartley Pattern, Butterfly Pattern, atau Shark Pattern dapat menghasilkan uang banyak bagi anda.


Anda dapat menguji sinyal trading Harmonic Pattern dengan membuat sebuah EA Forex menggunakan Expert Advisor Generator (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


>> Mari Kita Mulai


Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education

Setting Indikator Zigzag Yang Akurat

Indikator Zigzag pada dasarnya bukan merupakan indikator forex. Namun, ia dapat menentukan perubahan harga yang memenuhi perubahan persentase minimum. Chartis dapat menggunakan indikator ini untuk mengidentifikasi perubahan harga yang signifikan dan menyaring perubahan harga yang tidak signifikan. Artikel ini akan menyajikan beberapa aplikasi yang berguna, dan berbeda terkait dengan setting indikator zigzag yang akurat dalam trading Forex.

Setting Indikator Zigzag Yang Akurat

Source Image By ambrokerindonesia.id

Indikator Zigzag pada dasarnya bukan merupakan indikator forex. Namun, ia dapat menentukan perubahan harga yang memenuhi perubahan persentase minimum. Chartis dapat menggunakan indikator ini untuk mengidentifikasi perubahan harga yang signifikan dan menyaring perubahan harga yang tidak signifikan. Artikel ini akan menyajikan beberapa aplikasi yang berguna, dan berbeda terkait dengan setting indikator zigzag yang akurat dalam trading Forex.


Setting Indikator Zigzag Yang Akurat

Indikator Zigzag memplot poin pada grafik setiap kali harga berbalik dengan persentase yang lebih besar dari variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Sebuah garis lurus akan digambarkan, untuk menghubungkan poin-poin ini. Indikator Zigzag dapat digunakan untuk membantu trader mengidentifikasi tren harga. Indikator ini dapat menghilangkan fluktuasi harga acak dan berupaya untuk menunjukkan sebuah perubahan tren. Garis zigzag hanya akan muncul ketika terdapat perubahan harga di antara swing high dan swing low yang lebih besar dari persentase yang ditentukan; biasanya 5%. Dengan menyaring pergerakan harga minor, indikator ini membuat tren menjadi lebih mudah dikenali pada semua time frame.


Lanjutkan membaca atau mulai bermain di akun demo bebas risiko untuk mempelajari setting Indikator Zigzag yang akurat secara langsung.


Cara Menghitung Indikator Zigzag

Pilih titik awal (swing high atau swing low).

Pilih % pergerakan harga.

Identifikasi swing high atau swing low selanjutnya yang berbeda dari titik awal => % pergerakan harga.

Gambar garis tren dari titik awal ke titik baru.

Identifikasi swing high atau swing low selanjutnya yang berbeda dari titik awal => % pergerakan harga.

Gambar garis tren.

Ulangi untuk swing high atau swing low terbaru.


Informasi Apa yang Bisa Anda Dapatkan Dari Zigzag Pattern?

Zigzag Pattern sering digunakan bersama dengan Elliot Wave Theory untuk menentukan posisi setiap wave dalam siklusnya secara keseluruhan. Trader dapat bereksperimen dengan pengaturan persentase yang berbeda untuk melihat mana yang memberikan hasil terbaik. Sebagai contoh, pengaturan 4% dapat menentukan wave lebih jelas dibandingkan pengaturan 5%. Saham memiliki polanya sendiri, sehingga ada kemungkinan bahwa trader perlu mengoptimalkan pengaturan persentase Indikator Zigzag agar sesuai dengan saham tersebut.


Meskipun Zigzag Pattern tidak dapat memprediksi tren di masa depan, namun ini dapat membantu untuk mengidentifikasi zona Support dan Resistance yang potensial di antara swing high dan swing low yang digambarkan. Garis Zigzag juga dapat menggambarkan sebuah pola pembalikan, yakni Double Bottom dan Head and Shoulder Top. Trader dapat menggunakan indikator teknikal yang populer seperti Relative Strength Index (RSI) dan Stochastic Oscillator untuk mengkonfirmasi overbought atau oversold suatu harga saham ketika garis Zigzag berubah arah.


Investor momentum mungkin akan menggunakan indikator ini untuk tetap mempertahankan posisi hingga garis Zigzag mengkonfirmasi ke arah yang berlawanan. Misal, jika investor memiliki posisi beli, maka mereka tidak akan menjualnya hingga indikator Zigzag turun.


ZigZag Pattern - Entry Harga

Setelah titik terendah atau tertinggi sementara teridentifikasi, trader dapat memilih untuk membuka posisi trading berdasarkan pola tren, seperti 1-2-3 pattern. 1-2-3 Zigzag Pattern adalah bagian akhir, koreksi, retest, dan rebound. Zigzag Pattern biasanya terjadi pada akhir tren dan swing (yaitu indikasi perubahan tren). Indikator ini juga dapat ditemukan dalam pasar yang ranging, atau terjadi ketika momentum arah tren berkurang. Dengan menggunakan Indikator Zigzag, anda dapat mengidentifikasinya dengan mudah.


Harmonic Pattern

Dalam dua contoh yang diberikan di bawah ini, kita dapat melihat bagaimana Indikator Zigzag tidak repaint dan membantu trader untuk menemukan rasio harmonic pattern. Namun, masalah umum dari menggunakan Indikator Zigzag dalam menggambarkan harmonic pattern adalah bahwa garis terakhir dari harmonic pattern kemungkinan akan repaint.


AB=CD Pattern


AB=CD Pattern adalah empat struktur titik harga di mana segmen harga awal sebagian mengalami retrace dan kemudian diikuti oleh pergerakan yang sama ketika pullback selesai. Dalam AB=CD Pattern klasik, BC adalah retracement 61.8%-78.6% dari AB, dan CD adalah extension 127.2%-161.8%. Untuk menggambarkan ABCD Pattern dan Bat Pattern ke dalam grafik, anda bisa menggunakan indikator Zigzag.


Memahami cara membaca Zigzag Pattern adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menawarkan seperangkat Indikator Zigzag terbaik. Selain itu, trainer kami juga dapat memberikan anda panduan yang tepat. Atau anda bisa mencoba bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana setting Indikator Zigzag yang akurat dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda.


Anda dapat menguji sinyal trading dari indikator ini dengan membuat Expert Advisor di Robo-Advisor 007 (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education

Apa itu Pivot Point dan Cara Menggunakannya

Pivot Point adalah merupakan salah satu indikator yang paling banyak digunakan dalam trading harian. Tools ini dapat memberikan anda gambaran tentang tujuh level Support dan Resistance dengan tujuan untuk menemukan titik pembalikan intraday di pasar. Artikel ini akan menjelaskan tentang apa itu Pivot Point dan Cara Menggunakan Pivot Point dalam trading forex.

Apa itu Pivot Point dan Cara Menggunakannya

Source Image By ambrokerindonesia.id

Pivot Point adalah merupakan salah satu indikator yang paling banyak digunakan dalam trading harian. Tools ini dapat memberikan anda gambaran tentang tujuh level Support dan Resistance dengan tujuan untuk menemukan titik pembalikan intraday di pasar. Artikel ini akan menjelaskan tentang apa itu Pivot Point dan Cara Menggunakan Pivot Point dalam trading forex.


Pivot Point Adalah

Pivot Point adalah merupakan level penting yang dapat digunakan oleh chartist untuk menentukan arah perherakan serta potensi level Support/Resistance. Pivot Point menggunakan harga tertinggi, terendah, dan penutupan periode sebelumnya untuk memperkirakan level Support dan Reistance di masa yang akan datang. Dalam hal ini, Pivot Point adalah merupakan sebuah indikator prediktif atau indikator utama.


Pivot Point adalah bukan hanya dasar untuk indikator, namun juga mencakup level Support dan Resistance lainnya yang diproyeksikan berdasarkan perhitungan Pivot Point. Seluruh level ini dapat membantu trader memperkirakan ke mana harga akan mencapai Support atau Resistance.


Rumus Pivot Point

Rumus Pivot Point dapat dihitung untuk berbagai kerangka waktu pada beberapa program software charting yang memungkinkan anda untuk menyesuaikan indikator tersebut. Misal, beberapa program memungkinkan anda untuk menghitung Pivot Point dengan interval mingguan atau bulanan. Namun indikator standarnya diplot pada tingkat harian.


Tingkat harga tengah – Pivot Point – dihitung dengan rumus tertinggi, terendah, dan penutupan pasar dari hari sebelumnya (atau periode, yang lebih umum). Nilai-nilai ini dijumlahkan dan dibagi tiga. Ini adalah sebuah konsep yang sama dengan “harga tipikal”. Berikut adalah rumus Pivot Point:


Pivot Point = [High (sebelumnya) + Low (sebelumnya) + Close (sebelumnya)] / 3

Enam level harga lainnya – tiga level Support dan tiga level Resistance – seluruhnya menggunakan nilai dari Pivot Point sebagai bagian dari perhitungannya.


Tiga level Support disebut juga dengan Support 1, Support 2, dan Support 3. Tiga level Resistance juga disebut dengan Resistance 1, Resistance 2, dan Resistance 3. Anda juga dapat melihat mereka disebut dengan singkatan – masing-masing adalah S1, S2, S3, dan R1, R2, R3.


Nilai-nilai ini dihitung dengan rumus sebagai berikut:


Resistance 1 = (2 x Pivot Point) – Low (periode sebelumnya)

Support 1 = (2 x Pivot Point) – High (periode sebelumnya)

Resistance 2 = (Pivot Point – Support 1) + Resistance 1

Support 2 = Pivot Point – (Resistance 1 – Support 1)

Resistance 3 = (Pivot Point – Support 2) + Resistance 2

Support 3 = Pivot Point – (Resistance 2 – Support 2)

Karena level harga didasarkan pada tertinggi, terendah, dan penutupan hari sebelumnya, maka semakin lebar range di antara nilai-nilai ini, akan semakin besar juga jarak antar level pada hari perdagangan berikutnya. Demikian juga, semakin kecil range perdagangan, semakin kecil jarak antar level pada hari berikutnya.


Perlu dicatat bahwa tidak semua level yang dibutuhkan akan muncul pada grafik sekaligus. Yang artinya adalah bahwa skala grafik harga sedemikian rupa sehingga beberapa level tidak termasuk ke dalam jendela tampilan.


Lanjutkan membaca untuk informasi lebih lanjut atau mulai bermain di akun demo forex bebas risiko untuk lebih memahami Rumus Pivot Point secara langsung.


Cara Menggunakan Pivot Point

Pivot Point memiliki pengaturan umum untuk price action. Ini adalah garis tengah grup yang ditandai (P). Pergerakan di atas Pivot Point adalah positif, dan menunjukkan adanya penguatan. Perlu diingat bahwa Pivot Point ini didasarkan pada data periode sebelumnya. Ini ditempatkan pada periode saat ini sebagai level kunci utama. Pergerakan di atas Pivot Point menunjukkan adanya penguatan dengan target ke Resistance pertama. Penembusan di atas Resistance pertama menunjukkan kekuatan yang lebih besar dengan target ke level Resistance kedua.


Sementara kebalikannya adalah negatif. Pergerakan di bawah Pivot Point menunjukkan pelemahan dengan target ke level Support pertama. Penembusan ke bawah level Support pertama menunjukkan ada lebih banyak pelemahan dengan target ke level Support kedua.


Strategi Trading Forex dengan Pivot Point

Level Support dan Resistance berdasarkan Pivot Point dapat digunakan seperti level Support dan Resistance tradisional. Kuncinya adalah memperhatikan price action dengan cermat ketika level-level ini tercapai. Jika harga turun ke Support dan kemudian menguat, trader dapat mencari uji yang baik dan memantul dari Support. Akan seringkali membantu jika anda mencari sebuah pola grafik bullish atau sinyal dari indikator untuk mengkonfirmasi kenaikan dari Support. Demikian pula, jika harga naik ke Resistance dan kemudian turun, trader dapat mencari kegagalan pada Resistance dan penurunan. Sekali lagi, chartist perlu mencari pola grafik bearish atau sinyal dari indikator untuk mengkonfirmasi penurunan dari Resistance.


Level Support dan Resistance kedua juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi kondisi overbought dan oversold. Pergerakan di atas level Resistance kedua akan menunjukkan penguatan, namun juga akan menunjukkan situasi overbought yang bisa memberi jalan terjadinya pullback. Demikian pula, pergerakan di bawah Support kedua akan menunjukkan pelemahan, namun juga menunjukkan situasi oversold jangka pendek yang bisa memberi jalan untuk rebound.


Indikator Pivot Point Terbaik

Pivot Point menawarkan chartist sebuah metodologi untuk menentukan arah harga serta menetapkan level Support dan Resistance. Arah harga ditentukan dengan melihat price action relatif saat ini terhadap Pivot Point: mulai di atas atau di bawah Pivot Point atau berpotongan ke arah mana selama perdagangan berlangsung. Penetapan Support dan Resistance mulai berlaku setelah arah harga telah ditentukan. Meskipun awalnya dirancang untuk floor trader, konsep di balik Pivot Point dapat diterapkan di berbagai jangka waktu.


Seperti indikator lainnya, penting bagi anda untuk mengkonfirmasi sinyal Pivot Point dengan aspek lain dari analisis teknikal. Pola pembalikan candlestick bearish dapat mengkonfirmasi pembalikan pada Resistance kedua. RSI yang oversold atau jenuh jual juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kondisi jenuh jual pada Support kedua. Selain itu, peningkatan indikator MACD dapat digunakan juga untuk mengkonfirmasi uji Support yang baik.


Memahami cara menggunakan Pivot Point adalah penting. Namun jika anda membutuhkan bantuan, MetaTrader 5 AM Broker menawarkan seperangkat Indikator Pivot Point terbaik. Selain itu, trainer kami juga dapat memberikan anda panduan yang tepat. Atau anda bisa mencoba bermain di akun demo forex, dan perhatikan bagaimana Pivot Point dapat menghasilkan uang yang banyak bagi anda.


Anda dapat membuat indikator pivot point otomatis menggunakan EA Forex Generator canggih (Uji Coba GRATIS 14 Hari).


Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya - Platform Copy Trade Terbaik.


Hasilkan hingga $2000 per klien atau bagi hasil hingga 50% - Bermitra dengan AM Broker

Kategori :  Education